JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran menteri dan kepala lembaga untuk lebih proaktif dalam mendengarkan keluhan masyarakat. Presiden menekankan bahwa kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan publik (public trust) adalah dengan hadirnya pemerintah sebagai pendengar yang baik sekaligus pemberi solusi nyata atas persoalan di lapangan.
Dalam arahannya, Presiden menyatakan bahwa setiap laporan, kritik, maupun keluhan yang disampaikan rakyat, baik melalui kanal resmi maupun media sosial, harus direspons dengan cepat dan transparan. Beliau tidak ingin ada sumbatan komunikasi antara pengambil kebijakan dan rakyat kecil. “Pemerintah ada untuk melayani, bukan untuk dilayani. Kepercayaan rakyat adalah mandat tertinggi yang harus kita jaga dengan kinerja yang responsif,” tegas Presiden dalam pertemuan di Istana.
Langkah ini juga diiringi dengan penguatan sistem pengaduan layanan publik yang terintegrasi secara digital. Dengan menjadi pemerintah yang “mendengar”, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Transformasi budaya kerja yang lebih humanis dan terbuka ini menjadi misi utama Kabinet Merah Putih dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.(Yonex)







