JEJAK-NEWS.COM-Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung Rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dihadiri oleh jajaran petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI), kementerian terkait, serta pemangku kepentingan sektor keamanan negara. Rapat strategis ini digelar guna mengkaji serta merumuskan langkah antisipatif terhadap dinamika stabilitas keamanan nasional, perkembangan geopolitik global, serta potensi ancaman pertahanan terkini.
Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa penguatan postur pertahanan negara harus senantiasa adaptif terhadap perubahan lanskap ancaman, baik yang bersifat militer, non-militer, maupun hibrida. Penyelarasan doktrin pertahanan, pemutakhiran sistem alutsista nasional, hingga kesiapan operasional satuan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar menjadi fokus pembahasan utama dalam pertemuan tersebut.
Dewan Pertahanan Nasional juga menyoroti krusialnya sinergi interagensi dalam mengamankan objek vital nasional serta ruang siber dari potensi gangguan ancaman asimetris. Menhan meminta seluruh jajaran untuk memperkuat interoperabilitas, integrasi intelijen, serta ketahanan wilayah demi menjamin kedaulatan NKRI tetap terjaga secara optimal.
Baca juga: Wamenhan RI Jenderal TNI Richard Tekankan Soliditas dan Kerja Sama Pertahanan di ADMM-Plus ke-13
Pemerintah optimistis bahwa melalui koordinasi ketat di bawah arahan Dewan Pertahanan Nasional, kebijakan pertahanan Indonesia akan semakin kokoh, responsif, serta mampu memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat sekaligus menjaga stabilitas di kawasan regional.(Yusuf)




