JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia terus mendorong percepatan modernisasi dan peningkatan mutu pelayanan fasilitas kesehatan di seluruh tanah air, khususnya pada sektor laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas). Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) menegaskan bahwa penguatan mutu dan standar pelayanan laboratorium tidak hanya bertumpu pada ketersediaan teknologi canggih, melainkan juga harus secara aktif mendengarkan serta merespons masukan dari para pelanggan dan masyarakat pengguna jasa.
Dalam pengarahannya pada forum evaluasi mutu laboratorium kesehatan nasional, Wamenkes menyampaikan bahwa masukan serta kritik konstruktif dari masyarakat merupakan indikator penting dalam mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan. Mulai dari kecepatan hasil pemeriksaan, akurasi diagnosis, transparansi prosedur, hingga keramahan petugas dalam memberikan pelayanan dasar menjadi perhatian utama pemerintah dalam membenahi tata kelola fasilitas kesehatan publik.
Kemenkes menginstruksikan seluruh pengelola laboratorium kesehatan milik pemerintah maupun swasta untuk terus menerapkan standar kendali mutu (quality control) yang ketat serta membuka saluran komunikasi aduan yang responsif. Integrasi sistem informasi laboratorium digital juga diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh hasil pemeriksaan secara cepat, efisien, dan transparan.
Baca juga: Potret Sukses Transformasi Layanan Jemaah 2026, Kemenhaj Bakal Rilis Buku "Wajah Baru Haji"
Pemerintah optimistis bahwa melalui komitmen mendengarkan aspirasi masyarakat serta peningkatan kompetensi tenaga medis secara berkala, laboratorium kesehatan di Indonesia mampu memberikan pelayanan prima yang terpercaya demi mendukung sistem ketahanan kesehatan nasional yang tangguh.(Yusuf)




