Hotspot Turun Jadi 96 Titik, Menhut Tinjau Bekas Karhutla dan Perkuat Penegakan Hukum di Kalteng

JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia terus memperketat pengawasan dan penanganan pemulihan lingkungan menyusul laporan penurunan jumlah titik panas (hotspot) yang signifikan hingga tersisa 96 titik di berbagai wilayah rawan. Menteri Kehutanan (Menhut) melaksanakan kunjungan kerja lapangan secara langsung ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) guna meninjau kondisi terkini kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan efektivitas operasi pemadaman dan restorasi lahan gambut berjalan optimal.

Dalam peninjauannya di lapangan, Menhut menegaskan bahwa meskipun jumlah titik panas menunjukkan tren penurunan berkat kerja keras Satgas Terpadu, pemerintah tidak akan mengendurkan kewaspadaan. Pengawasan ketat terhadap konsesi lahan milik korporasi maupun area masyarakat terus ditingkatkan. Menteri Kehutanan juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran penegak hukum kehutanan untuk menindak secara tegas dan tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang terbukti sengaja melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Langkah penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan ini dinilai sangat penting guna memberikan efek jera sekaligus melindungi kelestarian ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah. Selain itu, Kemenhut menggalakkan program restorasi hidrologi gambut dan pelibatan aktif masyarakat peduli api (MPA) untuk memperkuat mitigasi dini di tingkat tapak.

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Satukan Aksi Lintas Sektor dan Lintas Iman untuk Pulihkan Ekosistem Danau Toba

Pemerintah berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mencegah terulangnya bencana asap akibat karhutla di masa mendatang.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu