JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Agama (Kemenag) merumuskan lima program strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat masa depan santri dan lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Langkah komprehensif ini ditujukan untuk meningkatkan mutu tata kelola pendidikan Islam, memperluas kesempatan beasiswa, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren agar semakin berdaya saing di era modern.
Kelima program prioritas tersebut meliputi akselerasi digitalisasi pembelajaran pesantren, peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan pengajar (ustaz/ustazah), perluasan akses beasiswa santri berprestasi hingga jenjang perguruan tinggi nasional maupun internasional, penguatan inkubasi kemandirian ekonomi (santripreneur), serta peningkatannya kapasitas jaringan kerja sama kelembagaan internasional.
Kemenag menegaskan bahwa transformasi pesantren menjadi pusat keunggulan (center of excellence) memerlukan dukungan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter kebangsaan dan tradisi keilmuan Islam khas Nusantara. Melalui integrasi program ini, para santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama (t تفقه في الدين), tetapi juga terampil dalam bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan.
Baca juga: Lewat Program Sapa Sekolah, Pemerintah Dorong Murid Lebih Aktif Manfaatkan Fitur Rumah Pendidikan
Pemerintah optimistis bahwa keberlanjutan lima program strategis ini akan mencetak generasi santri yang berkarakter kuat, mandiri, dan berwawasan global. Kemenag berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh program penjelmaan masa depan pesantren dapat dirasakan manfaatnya secara merata di seluruh penjuru tanah air.(Yusuf)





