JEJAK-NEWS.COM-Sebanyak 484 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi kawasan Timur Tengah mengikuti ujian seleksi berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) secara daring. Ujian ini diselenggarakan sebagai bagian dari tahapan seleksi calon Tenaga Pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1448 H/2027 M guna memastikan transparansi, keadilan, dan kualitas sumber daya manusia pengelolanya.
Pelaksanaan seleksi daring ini memungkinkan para peserta yang tersebar di beberapa negara—seperti Arab Saudi, Mesir, Sudan, Yordania, hingga Yaman—dapat berpartisipasi secara serentak tanpa terkendala jarak. Materi ujian CAT mencakup pemahaman fiqih haji, regulasi perhajian Indonesia dan Arab Saudi, wawasan kebangsaan, kemampuan bahasa Arab-Indonesia, serta kecakapan manajerial dan pelayanan lapangan.
Pemerintah menekankan bahwa penggunaan sistem CAT berbasis teknologi informasi merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola rekrutmen petugas haji yang akuntabel, profesional, dan bebas dari praktik kecurangan. Kehadiran mahasiswa Timur Tengah sebagai tenaga pendukung dinilai sangat strategis karena mereka memiliki keunggulan penguasaan bahasa lokal, pemahaman budaya, serta pemetaan geografis wilayah operasional Makkah, Madinah, dan Jeddah.
Para peserta yang lolos tahap seleksi CAT selanjutnya akan mengikuti wawancara komprehensif dan pembekalan teknis operasional sebelum diterjunkan melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia. Melalui rekrutmen yang terukur ini, pemerintah optimistis kualitas pelayanan haji 2027 akan semakin meningkat, responsif, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi para jemaah.(Yusuf)





