JEJAK-NEWS.COM-Menteri Agama (Menag) secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Konghucu ASEAN-Tiongkok. Dalam pidato pembukaannya, Menag menggarisbawahi peran vital ajaran dan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan moral dalam menjaga keseimbangan alam serta melestarikan lingkungan hidup di tengah ancaman krisis iklim global.
Di hadapan para tokoh, rohaniwan, dan delegasi agama Konghucu se-ASEAN dan Tiongkok, Menag menyampaikan bahwa seluruh ajaran agama, termasuk Konghucu, mengajarkan konsep keharmonisan antara manusia, sesama, dan alam semesta. Penghormatan terhadap alam merupakan bagian tak terpisahkan dari pilar spiritualitas yang harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan kebijakan publik.
KTT ini menjadi momentum strategis bagi pemuka agama dan komunitas Konghucu di kawasan ASEAN serta Tiongkok untuk memperkuat jaringan dialog antarumat beragama, memperkokoh persaudaraan lintas bangsa, serta merumuskan aksi konkret terkait isu-isu keberlanjutan lingkungan. Menag mendorong agar komunitas keagamaan aktif menjadi pelopor pergerakan ramah lingkungan dan pembangunan yang berkeadilan.
Baca juga: Tingkatkan Akurasi Antrean Haji, Kemenhaj dan Kemendagri Integrasikan dan Padankan Data Jemaah
Pemerintah optimistis bahwa penguatan kolaborasi berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal melalui gelaran KTT Konghucu ASEAN-Tiongkok ini dapat memicu kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian, stabilitas kawasan, serta pemeliharaan ekosistem bumi secara berkelanjutan.(Yusuf)





