JEJAK-NEWS.COM-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan kerja untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) atau bedah rumah di kawasan Babakan Ciamis. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah berjalan tepat sasaran, sesuai dengan standar kualitas bangunan, serta memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
Di sela-sela peninjauan, Menteri PKP menekankan pentingnya simplifikasi prosedur dan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh bantuan perumahan. Kementerian PKP berkomitmen memangkas hambatan birokrasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta unsur masyarakat setempat agar proses verifikasi hingga pencairan bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan transparan.
Program bedah rumah merupakan salah satu fokus prioritas pemerintah dalam mengurangi jumlah kawasan permukiman kumuh serta menjamin hak warga negara atas hunian yang layak, sehat, dan aman. Selain perbaikan struktur bangunan fisik, bantuan ini juga diarahkan untuk memenuhi standar sanitasi dasar dan kecukupan pencahayaan di dalam rumah.
Baca juga: Perekonomian Indonesia Tetap Tangguh, Tumbuh 5,04% di Triwulan III-2025
Pemerintah optimistis bahwa percepatan program perbaikan rumah swadaya yang diiringi dengan kemudahan akses bantuan akan mengakselerasi penanganan RTLH di berbagai daerah, memicu keswadayaan masyarakat, serta mendukung terwujudnya permukiman yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.(Yusuf)





