YOGYAKARTA —JEJAK-NEWS.COM, Kualitas pendidikan tinggi seni tanah air kembali mendapat pengakuan di panggung internasional. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berhasil menorehkan capaian membanggakan melalui rekam jejak artistik dan akademik sivitas akademika terbaiknya. Empat dosen dari Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, resmi dinobatkan sebagai peraih penghargaan dalam ajang bergengsi internasional, The 8th ICACA 2026.
Empat akademisi sekaligus praktisi seni yang sukses mengharumkan nama institusi tersebut adalah Syaifudin, M.Ds.; Adya Arsita, S.S., M.A.; Dr. Zulisih Maryani, M.A.; dan Pitri Ermawati, M.Sn. Prestasi yang diraih sepanjang tahun anggaran 2026 ini menjadi bukti konkret atas konsistensi dan produktivitas dosen FSMR ISI Yogyakarta di luar ruang kelas, sekaligus menegaskan peran strategis mereka sebagai motor penggerak kebudayaan visual kontemporer.
Partisipasi aktif dalam forum internasional sekelas ICACA menunjukkan bahwa tenaga pendidik ISI Yogyakarta tidak sekadar bertindak sebagai transferator teori, melainkan aktor aktif dalam penciptaan karya, riset mendalam, serta pertukaran pengetahuan lintas negara. Keberhasilan ini secara langsung mengintegrasikan dunia pendidikan tinggi seni dengan dinamika praktik kreatif dan ekosistem seni rupa digital global yang bergerak kian dinamis.
Bagi ISI Yogyakarta, capaian impresif para dosen ini memiliki nilai taktis dalam mendongkrak mutu serta akreditasi lembaga. Pengalaman profesional, penguasaan wacana seni mutakhir, dan adaptasi teknologi visual yang dibawa dari forum dunia tersebut diproyeksikan akan dialirkan kembali ke kampus. Proses transfer pengalaman empiris ini krusial untuk melahirkan lulusan prodi fotografi yang adaptif terhadap disrupsi industri kreatif.
Di era modern, fotografi tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai keterampilan teknis menangkap pantulan cahaya. Program Studi Fotografi FSMR ISI Yogyakarta telah mentransformasi disiplin ini menjadi medium ekspresi filosofis, alat dokumentasi sosial yang kritis, serta instrumen penelitian visual. Sinergi yang kuat antara individu, fakultas, dan iklim akademik yang kompetitif menjadi modal utama institusi dalam menjawab kebutuhan interdisipliner antara seni, desain, dan media digital.
Selain memperkuat portofolio internal, penghargaan di ajang The 8th ICACA 2026 ini membuka keran kolaborasi yang lebih luas dengan jejaring pelaku seni serta universitas mitra di luar negeri. Penguatan reputasi internasional ini diharapkan menjadi pemantik bagi sivitas akademika lainnya—termasuk para mahasiswa—untuk terus menjaga budaya berprestasi, menjaga nyala kreativitas, dan memperkenalkan potensi kekayaan seni visual Indonesia ke mata dunia.
Reporter:Juli Rahmawati | Editor: Ismail Saleh, Faisal, ARMY





