Revitalisasi Infrastruktur Sektor Pertanian: Kementerian PU Gercep Pasang Pompa Air Demi Selamatkan Puluhan Hektare Sawah Kering di Lampung Selatan

JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons darurat kekeringan yang mengancam puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Langkah taktis ini diambil guna mengamankan musim panen petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan daerah di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu.

Berdasarkan data lapangan, sekitar 35 hektare lahan persawahan produktif di wilayah tersebut mengalami krisis air akibat minimnya curah hujan serta menyusutnya debit air irigasi sekunder. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran besar di kalangan petani lokal yang terancam mengalami gagal panen atau puso apabila suplai air tidak segera dipasok secara masif.

Sebagai solusi darurat, tim teknis dari Kementerian PU langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan instalasi unit pompa air berkapasitas tinggi. Pompa-pompa tersebut difungsikan untuk menarik air dari sumber terdekat, seperti sungai dan sumur bor pantek, lalu dialirkan langsung melalui jaringan irigasi darurat menuju petak-petak sawah warga yang mengalami kekeringan ekstrem.

Baca juga: Tindak Lanjuti Instruksi Kepala Negara, Kementerian PU Gerak Cepat Alirkan Air untuk Warga dan Sawah di Sulsel

Menteri Pekerjaan Umum dalam keterangannya menyampaikan bahwa percepatan penanganan infrastruktur pendukung pertanian merupakan prioritas utama kementerian demi melindungi kesejahteraan para petani. Pemerintah tidak akan tinggal diam melihat lahan produktif warga mengalami kekeringan tanpa adanya intervensi teknis yang memadai.

“Kami mengerahkan tim bersama perangkat daerah dan kelompok tani setempat untuk memastikan mesin pompa bekerja secara optimal selama 24 jam. Langkah ini bukan sekadar mitigasi jangka pendek, melainkan komitmen nyata negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional dari tingkat tapak,” ujar perwakilan teknis Kementerian PU di lokasi peninjauan.

Kehadiran bantuan pompa air ini disambut antusias oleh para petani di Lampung Selatan. Salah satu perwakilan kelompok tani setempat, Sutarno (53), mengaku sangat terbantu dengan gerak cepat pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi krisis air yang melanda wilayah mereka sejak beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Memotong Waktu, Menyambung Urat Nadi: Jalan M. Toha Karawaci Kembali Berdenyut

“Sawah kami tadinya sudah mulai retak-retak dan padi terancam mati karena tidak ada pasokan air. Alhamdulillah, berkat bantuan pompa dari Kementerian PU ini, air mulai mengalir lagi dan tanaman kami terselamatkan,” ungkap Sutarno penuh syukur.

Selain pemasangan pompa air darurat, Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna merancang solusi jangka panjang. Langkah preventif tersebut mencakup normalisasi saluran irigasi, pembangunan embung penampung air hujan, serta optimalisasi sumur bor pantek di wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan berulang.

Dengan langkah intervensi yang terukur ini, diharapkan produktivitas pertanian di Lampung Selatan dapat kembali stabil dan para petani terhindar dari kerugian materiel yang besar.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu