JEJAK-NEWS.COM-Dedikasi tinggi serta rasa kemanusiaan yang mendalam ditunjukkan oleh para tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, yang tetap turun tangan memberikan pelayanan medis darurat kepada warga terdampak gempa bumi meskipun harus melalui rute perjalanan yang sangat berat dan berbahaya. Di tengah kondisi infrastruktur jalan yang amblas, rusak parah, dan terisolasi akibat guncangan gempa tektonik tersebut, para nakes dengan gigih berjalan kaki berjam-jam melintasi medan perbukitan terjal dan lembah curam demi memastikan keselamatan serta kesehatan masyarakat di wilayah pelosok yang sulit dijangkau kendaraan.
Langkah cepat dan penuh pengorbanan ini diambil secara proaktif guna menjangkau para korban gempa yang terisolasi, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, dan lansia yang memerlukan pemeriksaan medis segera, distribusi obat-obatan, serta penanganan luka-luka akibat reruntuhan. Walaupun dihadapkan pada berbagai kendala lapangan yang mengancam keselamatan—mulai dari ancaman longsor susulan, cuaca yang tidak menentu, hingga keterbatasan sarana prasarana medis—semangat baja dan kepedulian para nakes tidak pernah luntur demi memulihkan kondisi kesehatan fisik serta meringankan beban psikologis warga yang masih dilanda trauma mendalam pascabencana.
Kehadiran para tenaga kesehatan di tengah-tengah warga pelosok Ende ini tidak hanya sekadar memberikan pengobatan medis secara fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan moral dan wujud nyata kehadiran negara maupun tenaga profesional di saat-saat krisis. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat segera memberikan perhatian khusus serta dukungan logistik yang memadai bagi para nakes dan warga terdampak, agar pemulihan infrastruktur serta layanan kesehatan di wilayah-wilayah terisolasi tersebut dapat segera berjalan secara optimal dan berkelanjutan.(Yusuf)





