TANGERANG — Jejak News, Kesiapsiagaan infrastruktur publik menjadi benteng pertahanan utama sebuah kota dalam menghadapi anomali iklim. Di tengah cengkeraman musim kemarau yang diproyeksikan masih akan mendera hingga beberapa waktu ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Perumda Tirta Benteng memberikan garansi mutlak bahwa pasokan dan distribusi air bersih bagi seluruh pelanggan berada dalam status aman dan berjalan normal tanpa disrupsi berarti.
Langkah mitigasi yang dirancang sejak dini ini mereduksi kepanikan publik sekaligus membuktikan efektivitas tata kelola sumber daya air yang integratif di tingkat hilir.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Doddy Effendy, mengungkapkan bahwa jaminan stabilitas distribusi ini merupakan hasil dari eksekusi instruksi taktis Pemkot Tangerang yang disinergikan dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Skenario antisipasi difokuskan pada pengelolaan Sungai Cisadane sebagai urat nadi sekaligus sumber air baku utama kota.
Secara teknis, salah satu intervensi krusial yang dilakukan adalah pengendalian laju sedimentasi atau pendangkalan di sepanjang aliran sungai, terutama di titik vital Pintu Air 10. Pengondisian ini krusial agar volume air yang masuk ke instalasi pengolahan tetap berada pada ambang batas optimal.
Keberadaan infrastruktur pengolahan Tirta Benteng yang secara geografis terletak di area hilir memberikan keuntungan mekanis alami, sehingga fluktuasi penurunan debit air di hulu tidak langsung mengancam ketersediaan pasokan operasional.
“Alhamdulillah sampai hari ini penyaluran air bersih kepada seluruh pelanggan Perumda Tirta Benteng masih berjalan normal. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan isu kekeringan yang berkembang,” ujar Doddy Effendy saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kendati indikator pasokan masih menunjukkan rapor hijau, perusahaan daerah ini tetap menerapkan protokol kesiapsiagaan darurat (emergency preparedness). Perumda Tirta Benteng telah menyiagakan klaster armada mobil tangki air bersih yang siap melakukan penetrasi langsung ke wilayah pemukiman jika sewaktu-waktu terjadi anomali teknis di lapangan.
Langkah taktis ini diperkuat dengan membangun jejaring koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Lebih jauh, kapasitas logistik yang mapan membuat BUMD ini menyatakan kesiapannya untuk meluaskan jangkauan distribusi bantuan air bersih ke daerah tetangga di luar yurisdiksi Kota Tangerang yang mengalami kekeringan ekstrem, jika mendapatkan mandat resmi dari pemerintah pusat.
Meskipun ketahanan air perkotaan terkendali, manajemen Tirta Benteng tetap mengedukasi warga untuk menumbuhkan budaya hemat air (water wisdom) selama musim kemarau. Publik yang mengalami kendala teknis atau membutuhkan suplai darurat dapat mengakses saluran call center resmi di nomor 0811-6121-095.
Ketika alam mulai pelit menurunkan hujan dan sungai-sungai menyusut menjadi parit kering, kapasitas peradaban sebuah kota diuji dari bagaimana ia mengelola tetesan air terakhirnya. Kepastian dari Tirta Benteng ini adalah bukti bahwa kekeringan ekologis tidak harus berujung pada kekeringan sosial; selama birokrasi mampu membaca tanda-tanda alam di hulu, rakyat di hilir tidak perlu mengantre dengan jeriken kosong demi menyambung hidup.
Reporter: Mukhlis | Editor: ARMY





