SERANG — Jejak News | Infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan nyawa publik di jalan raya kembali menjadi sasaran empuk para pelaku kriminal. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mengumumkan status darurat fasilitas publik setelah mendeteksi hilangnya kabel penerangan jalan umum (PJU) secara masif dengan total panjang mencapai 6,04 kilometer. Penjarahan sistemik oleh oknum tidak bertanggung jawab ini menyasar kabel jenis NYY dan twisted di belasan koridor utama jalan provinsi.
Berdasarkan data resmi ekshibisi yang dirilis melalui akun media sosial Dishub Banten pada Kamis (16/07/2026), aksi sabotase fasilitas umum ini tersebar merata di 11 titik krusial. Ruas Jalan Pakuaji di Kabupaten Tangerang mencatatkan rekor kehilangan terdahsyat, di mana bentangan kabel jenis twisted ukuran 4×16 mm sepanjang 2,4 kilometer raib dipotong tanpa sisa.
Merespons ancaman meningkatnya risiko kecelakaan dan kriminalitas jalanan (begal) akibat koridor jalan yang mendadak gulita, Dishub Banten melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Perhubungan langsung bergerak meluncurkan program perbaikan berkala.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan pemeliharaan dan perbaikan PJU secara berkala demi menghadirkan jalan yang lebih aman, terang, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tulis otoritas Dishub Banten dalam pernyataan resminya.
Pemetaan Komparatif 11 Titik Penjarahan
Kerugian negara dan ancaman keselamatan ini terbagi dalam tiga klaster wilayah hukum utama di Provinsi Banten:
Kabupaten Tangerang (Total: 3,44 Kilometer)
-
- Jalan Pakuaji: Kehilangan kabel jenis twisted 4×16 mm sepanjang ±2.400 meter.
- Jalan Mauk-Kronjo: Kehilangan kabel jenis twisted 4×16 mm sepanjang ±640 meter.
- Jalan Mauk Radar TNI AU: Kehilangan kabel jenis twisted 4×16 mm sepanjang ±400 meter.
Kabupaten Serang (Total: 1,71 Kilometer)
-
- Jalan Raya Pontang Linduk-Sukajaya: Kehilangan kabel jenis twisted 4×16 mm sepanjang ±1.000 meter.
- Jalan Palka Kecamatan Pabuaran: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±450 meter.
- Jalan Pondok Kahuru Desa Ciomas: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±135 meter.
- Jalan Gunungsari Mancak: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±64 meter.
- Jalan Tasikardi: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±64 meter.
Kota Serang (Total: 892 Meter)
-
- Jalan Serang-Pandeglang: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±756 meter.
- Jalan Raya Jakarta Tol Serang Timur (Depan PJR): Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±72 meter.
- Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani Parung: Kehilangan kabel jenis NYY 2×2,5 mm sepanjang ±64 meter.
Baca juga: KPK Bongkar Modus Rekening Nominee dan Amankan Bukti Rp1,9 Miliar
Partisipasi Warga Jadi Kunci Pencegahan
Mengingat keterbatasan personel penegak hukum untuk mengawasi ribuan kilometer bentangan jalan di Banten selama 24 jam, Dishub Banten secara terbuka mengetuk kesadaran kolektif masyarakat. Warga diimbau tidak hanya pasif menikmati fasilitas, melainkan aktif menjadi tameng pertahanan publik dengan melaporkan segala gerak-gerik mencurigakan di bawah tiang-tiang PJU pada malam hari.
“Mari bersama menjaga fasilitas publik ini dengan tidak merusaknya serta melaporkan jika menemukan dugaan pencurian atau vandalisme,” tegas instansi tersebut.
“Ketika enam kilometer kabel tembaga pelindung nyawa lenyap ditelan kegelapan malam, kita sedang tidak hanya membicarakan kerugian materiil dalam neraca anggaran daerah. Ini adalah indikator telanjang dari keruntuhan ketertiban sosial dan absennya rasa memiliki atas ruang publik.
Para pencuri kabel itu mungkin hanya melihat tembaga sebagai lembaran rupiah cepat di pasar loak, namun mereka buta bahwa setiap meter kabel yang dipotong adalah potensi maut bagi pengendara yang terperosok dalam gulita jalur Pakuaji atau Pontang. Birokrasi kita, dengan segala kenaifannya, selalu merespons dengan imbauan klise agar warga ikut mengawasi.
Pertanyaannya, di mana posisi patroli keamanan negara ketika infrastruktur vital di depan markas radar TNI AU atau gerbang tol utama bisa dijarah secara kolosal? Jika negara hanya bisa memasang lampu tanpa mampu menjaga arusnya tetap mengalir, maka kegelapan di jalan-jalan Banten adalah cerminan dari kegelapan tata kelola keamanan kita sendiri.”
Reporter: Yayo Suparjo| Editor: Ismail Saleh





