PBNU Ketok Palu Muktamar ke-35 NU Digelar Agustus 2026, Ini 5 Provinsi yang Berebut Tuan Rumah!

Prof Mohammad Nuh memberikan keterangan pers didampingi jajaran pengurus PBNU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri terkait persiapan Muktamar ke-35 NU tahun 2026.
KETUK PALU AGUSTUS: Sekretaris SC Munas-Konbes NU 2026, Prof Mohammad Nuh, saat mengumumkan jadwal resmi Muktamar ke-35 NU yang menjadi tonggak sejarah awal abad kedua Nahdlatul Ulama.
KEDIRI, Jejak News — Langkah awal memasuki abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama resmi dipatok. Melalui keputusan krusial dalam Sidang Pleno III Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, PBNU secara resmi mengetok palu bahwa Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 1–5 Agustus 2026.
Namun, teka-teki terbesar yang kini membuat publik dan warga Nahdliyin penasaran adalah: di mana hajat akbar organisasi Islam terbesar di dunia ini akan dilabuhkan?
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof Mohammad Nuh, mengungkapkan bahwa peta persaingan bursa tuan rumah kini menyempit pada lima provinsi besar yang telah mengajukan diri secara resmi, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat.
“Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar. Kami akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan review mendalam dari tempat-tempat yang sudah mengajukan diri tersebut,” ujar Prof Nuh dalam konferensi pers di Kediri, Senin (22/6/2026).
Empat Filter Ketat Menuju Panggung Muktamar
Menentukan lokasi muktamar pertama di abad kedua NU bukanlah perkara membalikkan telapak tangan. PBNU menetapkan empat aspek utama yang akan menjadi pisau analisis tim khusus sebelum lokasi final diputuskan:
    1. Infrastruktur dan Fasilitas: Kelayakan sarana dan prasarana mutlak diperlukan untuk menampung ribuan kiai, utusan, dan jutaan penggembira dari seluruh penjuru dunia.
    2. Barikade Keamanan Berlapis: Panitia menggarisbawahi sterilisasi ruang sidang. “Harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas menyusup masuk ke ruang sidang,” tegas Nuh.
    3. Logistik dan Kesiapan Finansial: Kemampuan daerah dalam menyokong kebutuhan finansial secara mandiri dan akuntabel.
    4. Restu Langit (Pertimbangan Spiritual): Di atas hitungan matematika manusia, tradisi NU selalu menempatkan kelayakan spiritual sebagai penentu akhir, sebuah metode yang juga sukses diterapkan saat memilih Ploso sebagai tuan rumah Munas-Konbes tahun ini.

Muktamar ke-35 ini tetap mengusung tema besar “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, sebuah manifesto politik keummatan NU dalam menavigasi arah bangsa di abad baru.
Kita disuguhkan tontonan menarik bagaimana sebuah organisasi yang anggotanya melebihi populasi beberapa negara di Eropa, merancang masa depannya. Lima provinsi kini sibuk mempercantik diri, melobi, dan menghitung kalkulasi ekonomi-politik demi menjadi panggung utama Muktamar ke-35. Di atas kertas, Jakarta punya segalanya, Jawa Timur memiliki basis massa, dan NTB menawarkan pesona eksotisme.
Namun, di sinilah letak satirnya tatanan modern ketika berhadapan dengan NU. Sehebat apa pun proposal investasi infrastruktur yang diajukan para gubernur, atau seberapa tebal jaminan finansial yang disodorkan, semuanya bisa mendadak runtuh dan tidak berlaku jika “sinyal langit” berkata lain. Para politisi dan pejabat daerah dipaksa tunduk pada satu variabel yang tidak diajarkan di sekolah makroekonomi, yakni  kelayakan spiritual.
Ketika ruang-ruang publik kita hari ini lumpuh oleh hitung-hitungan transaksi materi dan kekuasaan pragmatis, NU justru mengingatkan para pemimpin negeri ini melalui mekanisme muktamarnya, yakni bahwa mengurus manusia dan bangsa ini tidak bisa hanya bermodalkan angka di atas kertas dan APBD yang gemuk, melainkan butuh kewarasan spiritual dan penjagaan marwah yang kokoh. Kita tunggu saja, provinsi mana yang tidak hanya siap secara fisik, tapi juga “direstui” oleh para wali.
Reporter: Acep Sunandar
Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu