TANGERANG, Jejak News— Ketegangan tingkat tinggi tersaji dalam lanjutan babak playoff Indonesia Basketball League (IBL). Bermain di bawah tekanan publik tuan rumah di Dewa United Arena, Pelita Jaya Jakarta sukses menunjukkan mentalitas baja mereka. Tim bertabur bintang tersebut berhasil mencuri kemenangan krusial berdarah-darah atas Dewa United Banten dengan skor tipis 84-83.
Laga ini berjalan sangat dinamis dan menguras emosi penonton. Pelita Jaya sempat tertinggal beberapa kali oleh gempuran agresif anak-anak Dewa United. Namun, kematangan taktik dan segudang pengalaman para punggawa Pelita Jaya menjadi pembeda utama, khususnya saat memasuki kuarter pamungkas di mana eksekusi permainan mereka tampil jauh lebih solid dan rapi.
Tragedi Tembakan Bebas Hardianus Gagal Seret Overtime
Pertandingan sejatinya bisa saja berakhir berbeda di detik-detik akhir laga. Dewa United mendapatkan momentum emas untuk memperpanjang napas dan menyeret Pelita Jaya ke babak overtime.
Drama bermula setelah pemain asing Dewa United, Troy Gillenwater, sukses mengeksekusi dua tembakan free throw. Harapan tuan rumah kian membubung tinggi saat point guard andalan mereka, Hardianus, dilanggar dan dihadiahi dua kesempatan tembakan bebas terakhir.
Sayangnya, dewi fortuna sedang tidak berpihak pada tuan rumah. Hardianus justru gagal memasukkan salah satu dari dua tembakan bebas krusial tersebut. Kegagalan satu poin itu berakibat fatal karena begitu sirine panjang berbunyi tanda waktu habis, Dewa United Banten dipaksa menyerah dengan jarak satu poin saja di papan skor.
Prastawa Gemilang, Pelita Jaya Kuasai Area Paint
Kemenangan tipis Pelita Jaya kali ini disokong oleh performa kolektif yang merata di lini serang. Tiga pilar utama mereka, yakni sang kapten Andakara Prastawa Dhyaksa, Perrin Buford, dan Darious Moten tampil menggila dengan masing-masing menyumbang 19 angka. Dominasi di bawah ring juga dipertegas oleh Jeffree Withey yang membukukan 15 poin. Secara statistik taktis, Pelita Jaya berhasil mendikte area dalam ring dengan keunggulan telak points in the paint lewat perbandingan angka 40-30 atas Dewa United.
Di kubu tuan rumah, kekalahan ini terasa menyesakkan mengingat performa individu punggawa mereka sangat impresif. Troy Gillenwater keluar sebagai top scorer dengan raihan 27 poin, disusul oleh Joshua Ibarra yang mencetak double-double lewat 20 poin, Donell Cooper II dengan 14 poin, serta kontribusi lokal dari Dio Tirta Saputra yang menyumbang 12 angka.
Tatap Game Berikutnya, Enggan Jemawa Sebelum Final
Meski berhasil membawa pulang kemenangan penting di kandang lawan, guard senior Pelita Jaya, Andakara Prastawa, mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tidak larut dalam euforia dan enggan jemawa terlebih dahulu. Langkah mereka menuju partai puncak masih menyisakan satu rintangan berat.
“Pastinya senang, tetapi masih ada Game 4 yang harus kami menangkan untuk melaju ke babak Final. Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan tersebut untuk merebut tiket ke Final lagi,” tegas Prastawa optimistis pasca-pertandingan.
Lapang basket Dewa United Arena malam ini menjadi saksi betapa tipisnya batas antara pahlawan dan kepedihan dalam dunia olahraga profesional. Kegagalan satu tembakan bebas di detik pamungkas adalah harga mahal yang harus dibayar oleh Dewa United, sekaligus penegas bahwa di fase sekrusial playoff, konsistensi mental sedetik pun tidak boleh goyah.
Pelita Jaya telah membuktikan mengapa mereka menyandang status raksasa basket tanah air; bukan karena mereka tidak bisa tertinggal, melainkan karena mereka tahu persis bagaimana cara menutup laga dengan kemenangan saat momentum berada di ujung tanduk. Perjalanan belum selesai, dan panggung Game berikutnya dipastikan akan membakar adrenalin para pencinta bola basket nasional.
Reporter: Maulana Halim | Editor: FMulkan siregar





