Kembali ke Akar Konstitusi: Di Munas XVIII HIPMI, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Berpegang pada Pemikiran Pendiri Bangsa

JN-Arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan nasional yang baru ditekankan untuk kembali berdiri kokoh pada nilai-nilai fundamental sejarah. Saat memberikan pidato utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa draf kemandirian dan kejayaan ekonomi Indonesia hanya bisa dicapai jika bangsa ini kembali berpegang teguh pada warisan pemikiran luhur para pendiri bangsa (founding fathers).

Kepala Negara memandang bahwa gagasan ekonomi yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 bukanlah sekadar draf teks usang, melainkan cetak biru (blueprint) taktis untuk mewujudkan keadilan sosial dari hulu hingga ke hilir. Presiden mengingatkan jajaran pengusaha muda di seluruh daerah tapak bahwa sistem ekonomi Indonesia harus berasaskan kekeluargaan dan gotong royong, bukan kapitalisme liberal yang hanya menguntungkan segelintir pihak dan meninggalkan masyarakat arus bawah di wilayah penyangga.

Pemerintah berkomitmen mengawal implementasi pemikiran pendiri bangsa ini melalui penataan regulasi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan domestik. Presiden Prabowo menginstruksikan agar segala bentuk pengelolaan aset strategis negara berjalan bugar, bersih dari praktik korupsi, serta higienis dari intervensi asing yang merugikan. Pengusaha muda lokal didorong menjadi motor penggerak industri nasional demi memotong rantai ketergantungan impor.

Baca juga: DEN Menghadap Presiden: Dorong Efisiensi Fiskal Program MBG dan Laporkan Terobosan Data Nasional Berbasis AI

“Arahan Presiden Prabowo di Munas HIPMI ini adalah lonceng pengingat bagi kita semua untuk kembali ke jati diri bangsa. Kita tidak boleh silau dengan teori ekonomi luar yang tidak cocok dengan kepribadian nusantara. Lewat tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, dan berwibawa, kita hadir untuk memastikan seluruh kekayaan bumi pertiwi dikelola murni demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara inklusif,” urai perwakilan panitia pengarah Munas dalam taklimat medianya.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu