JN-Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Bappenas) memimpin jalannya pertemuan audiensi strategis yang berlangsung di Gedung Bappenas, Jakarta. Pertemuan ini difokuskan sebagai forum konsolidasi taktis guna menyelaraskan visi, menajamkan sinkronisasi kebijakan, serta memperkuat komitmen kemitraan lintas sektoral dalam mengawal implementasi berbagai program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Guna mewujudkan target Indonesia Emas, Kementerian PPN/Bappenas secara konsisten membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari jajaran pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, hingga perwakilan lembaga internasional.
Dalam arahannya, Wamen PPN/Bappenas menekankan bahwa setiap dokumen perencanaan yang disusun harus bertransformasi dari sekadar target administratif menjadi eksekusi kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat (impact-oriented). Audiensi ini dimanfaatkan untuk mengurai berbagai sumbatan koordinasi (bottle-necking) di lapangan, mempercepat reformasi tata kelola anggaran, serta memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs) terinternalisasi secara merata di seluruh lini program.
“Kementerian PPN/Bappenas menempatkan forum audiensi ini sebagai instrumen krusial untuk menjaring aspirasi, mengevaluasi kendala taktis di lapangan, sekaligus menyatukan persepsi pembangunan. Perencanaan nasional tidak boleh dibuat secara eksklusif, melainkan harus integratif, holistik, dan spasial agar alokasi sumber daya negara dapat berjalan dengan efisiensi tertinggi,” tegas Wamen PPN/Bappenas, Jumat (29/5/2026).
Beberapa isu krusial yang turut dibahas dalam rangkaian audiensi tersebut meliputi akselerasi pembangunan infrastruktur hijau, transformasi ekonomi digital, penguatan ketahanan pangan nasional, hingga optimalisasi skema Pembiayaan Kreatif non-APBN (seperti KPBU) untuk mendanai proyek-proyek strategis daerah.
Pihak delegasi yang hadir menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bappenas dalam mengadopsi masukan sektoral dan berkomitmen untuk mengawal hasil kesepakatan audiensi ini ke dalam matriks kerja instansi masing-masing.
Baca juga: Momen Hangat di Paris: Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H dan Berdialog dengan WNI
Melalui penguatan sinkronisasi perencanaan yang lahir dari forum audiensi ini, Kementerian PPN/Bappenas optimistis target-target pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dapat tercapai secara on-track. Sinergi yang solid ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global.(Yonex)





