JN-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menyerahkan bantuan sosial secara langsung guna mendukung percepatan pemulihan dan penanganan pascakonflik di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas keamanan, memulihkan kondisi sosial ekonomi, serta merajut kembali rajutan perdamaian di tengah masyarakat.
Penyaluran bantuan sosial ini dipimpin oleh jajaran pejabat tinggi Kemendagri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) setempat. Bantuan yang diserahkan mencakup kebutuhan logistik dasar, bahan pokok, hingga dukungan stimulus stimulan bagi pemulihan sarana pemukiman warga yang terdampak.
Kemendagri menegaskan bahwa penyelesaian dampak konflik tidak boleh hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum dan pengamanan wilayah (security approach), melainkan harus diimbangi dengan pendekatan humanis (prosperity approach) melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan rekonsiliasi adat.
Baca juga: Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Suarakan Kemandirian Pangan dari Kebumen
“Penyerahan bantuan sosial ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang program pemulihan pascakonflik yang dirancang pemerintah. Kami ingin memastikan masyarakat Wamena merasakan kehadiran negara yang mengayomi, membantu meredakan trauma sosial, serta mendorong roda perekonomian lokal agar kembali beraktivitas normal,” ungkap perwakilan Kemendagri, Senin (25/5/2026).
Selain memberikan bantuan bersifat jangka pendek, Kemendagri juga menginstruksikan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk memperkuat sinergi tata kelola administrasi daerah, khususnya dalam melakukan pendataan aset publik dan fasilitas sosial yang memerlukan rehabilitasi fisik.
Pemerintah pusat juga mendorong optimalisasi peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan di Wamena untuk menjadi motor penggerak dialog damai berkelanjutan guna mencegah potensi konflik horizontal berulang di masa depan.
Baca juga: Kunjungi Tanah Datar, Menteri Dody Akselerasi Rencana Pendirian Sekolah Rakyat
Melalui langkah intervensi komprehensif ini, kondisi kamtibmas di Wamena diharapkan dapat sepenuhnya pulih, sehingga agenda besar pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah otonom baru (DOB) Papua dapat berjalan lancar tanpa hambatan.(Yonex)





