Jejak News | TANGERANG — Di tengah deru digitalisasi dan modernisasi yang kian membanjiri ruang privasi anak-anak muda, tantangan terbesar sebuah daerah bukan lagi sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan menjaga ruang batin dan moralitas generasi penerusnya. Tanpa benteng spiritualitas yang kokoh, lompatan teknologi justru berisiko memicu disorientasi sosial dan kemerosotan mental di kalangan remaja.
Menyikapi realitas sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang meletakkan perhatian mendalam pada penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan. Langkah humanis ini ditegaskan kembali oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menghadiri tasyakuran Milad ke-14 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tangerang yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Sabtu (23/5/2026).
Di hadapan ratusan penggiat dan guru Madrasah Diniyah, Maesyal Rasyid melayangkan ajakan reflektif untuk menyatukan barisan. Ia menyerukan pentingnya sinergi kolektif dalam mencetak anak-anak muda yang tidak hanya kompetitif di panggung global, tetapi juga memiliki jangkar moral yang kuat.
“Kemerosotan mental dan sosial sebagai dampak negatif pesatnya teknologi dan informasi menjadi perhatian kita. Saya harap FKDT terus menguatkan kolaborasi dan sinergi bersama kami untuk mencetak generasi penerus yang religius, berakhlak mulia dan unggul,” pinta Maesyal Rasyid.
Menolak Retorika, Menghidupkan Kolaborasi Nyata
Bagi orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut, masa depan umat dan daerah tidak bisa dipasrahkan pada satu institusi semata. Diperlukan rajutan kerja sama yang erat antara birokrasi pemerintah, lembaga keagamaan seperti FKDT, lingkungan keluarga, hingga komunitas masyarakat sipil.
Harmonisasi gerak ini dinilai krusial agar anak-anak di Kabupaten Tangerang tumbuh seimbang—menatap masa depan dengan kecerdasan otak, namun tetap berpijak pada keluhuran budi pekerti. Sinergi inilah yang nantinya melahirkan sumbangsih riil bagi peradaban masyarakat lokal.
“Momentum Milad ke-14 FKDT ini tidak hanya menjadi ajang syukuran semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat semangat pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan umat dan masyarakat,” tutur Maesyal.
Madrasah Sebagai Agen Penyelamat Karakter
Lebih jauh, Bupati menggarisbawahi posisi tawar Madrasah Diniyah Takmiliyah yang berada di garda terdepan sebagai mitra strategis pemerintah. Lembaga pendidikan informal ini dinilai sukses mengisi ruang kosong pengajaran moralitas yang sering kali luput dari kurikulum pendidikan sekuler moderen.
Melalui pendekatan yang menyentuh hati, madrasah menanamkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial yang tinggi, yang menjadi modal utama dalam merawat tenun kebangsaan.
“Pendidikan agama menjadi pondasi utama agar anak-anak kita bisa tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tegasnya penuh keyakinan.
Menutup jalannya tasyakuran, Maesyal Rasyid menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas napas panjang pengabdian FKDT Kabupaten Tangerang yang selama 14 tahun tanpa lelah membina moralitas anak bangsa di pelosok desa hingga sudut kota.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat Milad ke-14 kepada FKDT Kabupaten Tangerang. Semoga di usia yang ke-14 tahun ini, FKDT semakin maju, semakin solid, dan terus istiqomah dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan yang berkualitas,” pungkasnya diiringi riuh tepuk tangan peserta yang hadir.
Pewarta: Jeki Irawan
Editor: Ismail Saleh
Editor: Ismail Saleh





