JAKARTA —Jejak News, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) memperingatkan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan seiring maraknya bencana hidrometeorologi basah. Berdasarkan data kompilasi periode Selasa (19/5) hingga Rabu (20/5), rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem dilaporkan melanda lima wilayah di Indonesia secara simultan.
Bencana paling fatal terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, di mana satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya masih hilang terimbas material longsor. Sementara itu, banjir besar akibat luapan sungai dan tingginya intensitas hujan merendam pemukiman padat penduduk di Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Tengah.
Longsor Tapanuli Selatan dan Banjir Ribuan Rumah Pasuruan
Tragedi tanah longsor yang dipicu hujan deras sejak sore hari menerjang Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan pada Senin (18/5). Material tanah yang runtuh seketika menimbun rumah warga. Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD bersama tim gabungan masih bersiaga di lapangan, mengerahkan alat berat guna mempercepat proses pencarian satu korban yang masih dinyatakan hilang.
Di Pulau Jawa, cuaca ekstrem menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang di Kabupaten Pasuruan melonjak drastis pada Selasa (19/5). Luapan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter langsung merendam empat kecamatan, meliputi Purwosari, Bangil, Pandaan, dan Pohjentrek. Berdasarkan kaji cepat sementara, sebanyak 1.867 unit rumah dan satu akses jembatan terendam. Kendati belum ada laporan warga yang mengungsi, petugas kedaruratan tetap disiagakan penuh untuk skenario evakuasi massal.
Dampak Masif di Kalimantan dan Sulawesi
Sektor pendidikan dan rumah ibadah juga menjadi korban keganasan banjir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Terjangan air bah di Desa Pasak Piang menyebabkan 714 rumah warga, tiga gedung sekolah, dan dua tempat ibadah tergenang air dalam durasi yang cukup lama.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Banjir akibat luapan sungai merendam Desa Siapola dan Desa Gunung Sari. Sebanyak 66 unit rumah, fasilitas kesehatan, serta akses jalan utama desa terisolasi lumpur. Meski banjir di beberapa titik dilaporkan mulai surut pada Selasa malam, warga setempat bersama relawan masih bahu-membahu membersihkan sisa material banjir.
Sementara di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, banjir sempat mengepung delapan desa dan dua kelurahan di tiga kecamatan terpisah. Tercatat 153 unit rumah terendam sebelum akhirnya air berangsur surut pada Selasa malam.
Imbauan Evakuasi Mandiri oleh BNPB
Merespons tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah, BNPB mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk memperkuat mitigasi struktural.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai atau wilayah lereng bukit rawan longsor diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu instruksi petugas, terutama jika hujan lebat terjadi dengan durasi lebih dari satu jam tanpa henti.
Pewarta: Alan Aditya | Editor: Ismail Saleh





