JN-Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) memiliki peran vital yang jauh melampaui urusan teknis. Saat melakukan kunjungan kerja lapangan, Menkomdigi menyatakan bahwa Balmon merupakan wajah sekaligus perpanjangan tangan langsung pemerintah pusat di daerah, khususnya dalam menjamin kelancaran konektivitas publik.
Menurut Meutya, posisi Balmon sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan dinamika wilayah, termasuk saat menghadapi situasi darurat atau bencana alam. Di tengah tantangan geografis Indonesia yang luas, Balmon dituntut untuk selalu responsif memastikan ekosistem dan kualitas layanan telekomunikasi tetap hidup dan dapat diakses oleh masyarakat tanpa hambatan.
“Balmon adalah wajah pemerintah di daerah. Ketika bencana datang, masyarakat tidak bertanya tupoksi, mereka mencari kehadiran negara,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid. Ia pun mengapresiasi dedikasi seluruh personel di daerah yang terus bekerja melampaui tugas pokok demi menjaga kedaulatan digital dan kenyamanan ruang siber nasional.
Baca juga: Xiaomi Respons Regulasi Baterai Lepas-Pasang dan Transformasi Desain Ponsel Pintar
Guna mendukung peran tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mendorong modernisasi sarana pemantauan, termasuk rencana adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sinergi teknologi canggih dan kesiapan SDM ini diharapkan mampu menjadikan Balmon sebagai garda terdepan dalam menjaga spektrum frekuensi yang aman, tertib, serta berdampak inklusif bagi transformasi digital bangsa.(Yonex)





