Tangis Haru Sang Istri, Kasus Penembakan Bripka Anumerta Arya Supena Terungkap dalam 7 Hari

Suasana haru di rumah duka saat Yovita Tri Gusti menerima kunjungan dan menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat Polri ungkap pembunuh suaminya.
Manifestasi keteguhan hati istri mendiang Bripka Anumerta Arya Supena yang mengapresiasi kerja keras tim Tekap dan Intelijen Polda Lampung.
BANDAR LAMPUNG — Jejak New, Isak tangis dan rasa syukur mendalam menyelimuti kediaman keluarga mendiang Bripka Anumerta Arya Supena setelah tabir misteri kasus penembakan yang merenggut nyawanya berhasil disingkap oleh aparat kepolisian. Sabtu (16/5/2026), istri korban, Yovita Tri Gusti, secara terbuka menyampaikan apresiasi dan rasa leganya atas profesionalisme jajaran Polri yang bergerak taktis dalam memburu kekejaman para pelaku kriminal hanya dalam kurun waktu tujuh hari pasca-insiden berdarah tersebut.
Di tengah suasana duka yang mendalam di kediamannya yang beralamat di Jalan Mata Intan, Segala Mider, Bandar Lampung, Yovita menilai ketuntasan pengungkapan kasus ini menjadi oase keadilan bagi kemanusiaan dan institusi bhayangkara.
“Dengan terungkapnya ini ya, saya sangat senang. Maksudnya sudah tuntaslah mungkin kejahatan ini,” ungkap Yovita dengan nada haru sembari menghaturkan terima kasih mendalam kepada tim Tekap 308 dan jajaran intelijen yang bekerja tanpa lelah di lapangan.
Nuansa spiritualitas dan memori humanis juga mengiringi prosesi pengungkapan ini; pihak keluarga dan kerabat dekat merasakan kebaikan insting almarhum seolah ikut menuntun penyidik di lapangan maupun mempermudah urusan birokrasi domestik yang ditinggalkan.
Bripka Anumerta Arya Supena, yang gugur sebagai perisai masyarakat saat memitigasi aksi kejahatan jalanan, dikenal luas sebagai pribadi yang bersahaja dan mandiri, memicu gelombang simpati serta dukungan moral yang terus mengalir deras dari pemerintah daerah maupun publik Nusantara untuk masa depan anak dan istri yang ditinggalkannya.
Keberhasilan Polri dalam mengakhiri pelarian pelaku penembakan ini menegaskan kembali supremasi hukum sekaligus memberikan rasa aman yang fundamental bagi masyarakat sipil. Gugurnya Bripka Anumerta Arya Supena menjadi simbol pengorbanan tertinggi seorang abdi negara, meninggalkan warisan keteladanan, ketegaran domestik, serta solidaritas sosial yang diharapkan mampu menjadi pilar penyokong bagi masa depan keluarga yang ditinggalkan.
Pewarta:Yayo Suparjo | Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu