JN-Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengingatkan pentingnya keselarasan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menegaskan bahwa setiap aliran investasi yang masuk ke dalam negeri, baik penanaman modal asing maupun domestik, harus memberikan dampak konkrit berupa penciptaan lapangan kerja baru yang berkualitas bagi masyarakat.
Wamenaker menyampaikan bahwa indikator keberhasilan investasi tidak boleh hanya diukur dari besaran nilai nominal modal yang tertanam atau angka pertumbuhan di atas kertas. Pemerintah menghendaki adanya perluasan kesempatan kerja yang mampu menyerap angkatan kerja nasional secara masif, sekaligus memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak pekerja secara adil.
Pihak Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa investasi berkualitas adalah investasi yang mampu melakukan transfer teknologi dan peningkatan keahlian bagi sumber daya manusia lokal. Oleh karena itu, skema kemitraan antara investor dengan institusi pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja harus terus diperkuat guna memastikan kompetensi tenaga kerja selaras dengan kebutuhan industri modern.
Guna mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja ini, Wamenaker mengimbau para pelaku usaha untuk terus mengedepankan dialog sosial yang harmonis di lingkungan kerja. Kerja sama yang solid antara pihak manajemen, serikat pekerja, dan regulator dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, produktif, serta berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.(Yonex)





