JN-Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan lima agenda strategis pemerintah untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, pemerintah berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi guna mencapai target pendapatan per kapita negara maju.
Dalam pemaparannya, Suahasil menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil di level 5% belum cukup untuk melakukan lompatan besar. Diperlukan reformasi struktural yang masif dan fokus pada sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Kita tidak boleh terjebak dalam zona nyaman. Lima agenda strategis ini adalah kunci agar Indonesia bisa naik kelas. Fokus kita bukan hanya pada pertumbuhan, tapi pada kualitas dan keberlanjutan ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah,” ujar Suahasil di Jakarta, Rabu (08/04/2026).
Adapun lima agenda strategis yang dipaparkan adalah:
-
Penguatan Kualitas SDM: Fokus pada pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial untuk menciptakan tenaga kerja yang kompetitif dan inovatif.
-
Akselerasi Infrastruktur: Melanjutkan pembangunan konektivitas guna menurunkan biaya logistik dan mempercepat pemerataan ekonomi antarwilayah.
Baca juga: Wamenkeu Juda Ungkap 4 Strategi Kepemimpinan Hadapi Gejolak Ekonomi Global
-
Hilirisasi Industri: Memastikan kekayaan alam diolah di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat neraca perdagangan.
-
Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi: Memangkas hambatan investasi melalui sistem layanan publik berbasis digital yang transparan dan efisien.
-
Transisi Energi Hijau: Mendorong investasi di sektor energi terbarukan sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan sekaligus peluang ekonomi baru.
Suahasil optimis bahwa dengan koordinasi kebijakan fiskal yang disiplin dan sinergi lintas lembaga, kelima agenda ini akan menjadi motor penggerak utama bagi Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas. Pemerintah juga akan terus memperkuat peran APBN sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga komoditas global selama proses transformasi berlangsung.(Yonex)







