JN-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memimpin langsung Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta pada Rabu (4/3/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada upaya penguatan ketahanan energi nasional guna menghadapi dinamika geopolitik dan fluktuasi pasar energi global yang kian tidak menentu.
Dalam sidang tersebut, Menteri Bahlil menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri untuk memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah menyadari bahwa gejolak global dapat berdampak langsung pada rantai pasok energi, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang taktis dan berkelanjutan.
“Kita harus memiliki benteng ketahanan energi yang kokoh. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus memastikan bahwa pasokan energi domestik, baik itu minyak bumi, gas, maupun batubara, tetap terjaga untuk menggerakkan roda ekonomi nasional,” ujar Menteri Bahlil dalam arahannya.
Salah satu poin utama yang dibahas dalam sidang DEN kali ini adalah percepatan revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN). Langkah ini diambil untuk menyesuaikan target bauran energi dengan realitas kondisi saat ini, termasuk optimalisasi sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai alternatif jangka panjang. Selain itu, DEN juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur transmisi gas dan listrik yang lebih terintegrasi di seluruh kepulauan Indonesia.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong program hilirisasi di sektor energi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Dengan memperkuat infrastruktur penyimpanan (storage) dan cadangan penyangga energi, Indonesia diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada dinamika pasar luar negeri saat terjadi krisis.
Sidang Paripurna ini turut dihadiri oleh sejumlah menteri terkait dan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan. Hasil dari pertemuan ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi Presiden dalam menentukan arah kebijakan energi nasional guna mencapai kemandirian energi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.(Yonex)







