JN-Pemerintah Indonesia menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Duta Besar Estonia untuk Republik Indonesia dalam sebuah pertemuan diplomatik yang berlangsung hangat dan produktif. Pertemuan strategis ini digelar sebagai jembatan taktis untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang fokus pada pengembangan sektor teknologi dan penguatan ekonomi dari hulu hingga ke hilir.
Estonia, yang dikenal luas sebagai salah satu pelopor transformasi digital dan e-governance terbaik di dunia, menjadi mitra diskusi yang sangat inklusif bagi Indonesia. Pemerintah memandang bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan momentum penting untuk bertukar draf pengalaman dan pengetahuan, terutama dalam mendukung percepatan arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah masif dibangun di tanah air hingga ke tingkat daerah tapak.
Dalam jalannya pertemuan, kedua pihak menyepakati pentingnya membangun manajemen kemitraan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi. Indonesia berkomitmen untuk menyerap praktik-praktik terbaik (best practices) dari Estonia guna menciptakan ekosistem layanan publik digital yang aman, bugar, serta higienis dari risiko kebocoran data. Sinergi ini juga diproyeksikan mampu membuka peluang investasi di sektor ekonomi digital bagi para pelaku usaha di wilayah penyangga.
Baca juga: Perkuat Pertahanan Negara: Kabacadnas Kemhan Pimpin Upacara Penyumpahan dan Penetapan Komcad ASN
“Kunjungan kehormatan Duta Besar Estonia ini merupakan langkah nyata dalam memperkokoh posisi diplomasi internasional Indonesia. Kita fokus menjajaki kerja sama di bidang digitalisasi birokrasi dan keamanan siber. Melalui tata kelola hubungan luar negeri yang bersih dan berwibawa, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat modernisasi pelayanan publik yang inklusif bagi seluruh masyarakat,” urai perwakilan delegasi Indonesia.(Yonex)





