JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna mengatasi dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Langkah taktis ini difokuskan pada pemulihan konektivitas jalan serta pembersihan material longsor yang memutus aktivitas masyarakat.
Pihak Kementerian PU segera mengerahkan tim tanggap darurat beserta sejumlah alat berat, seperti ekskavator dan wheel loader, ke titik-titik lokasi terparah. Kehadiran logistik dan personel ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan akses jalan utama yang tertimbun lumpur, batu, dan puing pepohonan.
Menteri PU menegaskan bahwa prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengembalikan kelancaran jalur logistik dan transportasi, serta memastikan infrastruktur vital seperti jembatan yang terdampak dapat segera ditangani secara fungsional.
Baca juga: Kunjungan Kerja ke BUBK Kebumen, Presiden Prabowo Disambut Riuh Antusiasme Warga
“Kementerian PU berkomitmen untuk bekerja 24 jam bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI, dan Polri guna membersihkan area terdampak. Pemulihan konektivitas jalan sangat krusial agar bantuan kemanusiaan dan mobilisasi warga tidak terhambat,” jelas perwakilan Kementerian PU di lapangan, Minggu (24/5/2026).
Selain pembersihan jalur transportasi, tim dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU juga mulai melakukan asesmen terhadap kerusakan sarana pengontrol banjir dan tanggul sungai. Langkah penyehatan infrastruktur ini dilakukan guna mengantisipasi adanya potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih fluktuatif.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pun menyampaikan apresiasinya atas respon cepat dari pusat. Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi lingkungan, pemukiman, serta psikologis warga yang terdampak bencana.(Yonex)





