PUPR Kota Tangerang

Diplomasi “Majelis” di Qasr Al Bahr: Prabowo dan MBZ Pererat Kemitraan Indonesia-UEA

JN-Di bawah langit cerah Abu Dhabi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pertemuan ini berlangsung dengan suasana akrab di Qasr Al Bahr (Istana Laut), sebuah lokasi yang melambangkan kedekatan personal dan kepercayaan tinggi antara kedua pemimpin.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah terjalin lama antara Jakarta dan Abu Dhabi.

Presiden MBZ menyambut hangat kedatangan Presiden Prabowo dalam suasana “Majelis”—sebuah tradisi pertemuan khas Arab yang mengedepankan dialog terbuka dan kekeluargaan. Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk mempercepat realisasi investasi di beberapa sektor kunci:

Baca juga: DPR RI Desak Pembayaran THR 2026 Tuntas H-14 Lebaran

  1. Transformasi Energi: Peningkatan kapasitas PLTS Terapung Cirata serta pengembangan proyek energi terbarukan baru di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

  2. Ketahanan Pangan: Kolaborasi teknologi pertanian untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh di Indonesia, yang juga akan menguntungkan rantai pasok UEA.

  3. Hilirisasi Industri: Dukungan modal dari UEA untuk memperkuat program hilirisasi komoditas mineral Indonesia agar memiliki nilai tambah tinggi.

    Baca juga: Kemenhut Pastikan Ketersediaan Lahan Kawasan Hutan demi Pemulihan Pascabencana

Selain agenda ekonomi, Qasr Al Bahr menjadi saksi diskusi mendalam mengenai stabilitas global. Presiden Prabowo mengapresiasi peran kemanusiaan UEA di Timur Tengah, sementara Presiden MBZ memuji peran kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan G20.

“Indonesia adalah mitra yang sangat penting. Kedekatan kita bukan hanya soal angka perdagangan, tapi soal visi masa depan yang sama untuk perdamaian dan kemakmuran,” ujar Presiden MBZ dalam pertemuan tersebut.

Kedua pemimpin menginstruksikan tim teknis masing-masing untuk segera menindaklanjuti poin-poin dalam Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengusaha kecil dan menengah (UMKM) dari Indonesia dapat lebih mudah menembus pasar Timur Tengah melalui akses pintu masuk di Dubai dan Abu Dhabi.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu