Antisipasi Banjir Pantura: Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Jembatan Bokwedi Pasuruan Fungsional Sebelum Nataru

JN-Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung progres proyek pengerjaan penggantian Jembatan Bokwedi (Buk Wedi) di Jalan Raya Ir. H. Juanda, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan infrastruktur vital di jalur Pantai Utara (Pantura) tersebut dapat dipercepat penyelesaiannya dan ditargetkan sudah fungsional secara optimal sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Menteri Dody menjelaskan bahwa proyek penggantian jembatan nasional ini berfokus pada peninggian elevasi atau struktur jembatan. Langkah teknis tersebut diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi persoalan banjir tahunan akibat luapan Sungai Petung. Mengingat kondisi sungai di wilayah hulu yang kian menyempit dan mendangkal, debit air tinggi saat hujan deras sering kali membawa material kayu yang tersangkut di struktur jembatan lama, sehingga air meluber dan merendam badan jalan nasional.

“Pengerjaan ini sebenarnya relatif cepat, sekitar 4 hingga 5 bulan. Kontraknya memang sampai November, namun kami minta dipercepat agar rampung pada September atau maksimal Oktober 2026. Insya-Allah saat Nataru sudah bisa dilewati dan berfungsi normal,” ujar Menteri Dody Hanggodo di lokasi proyek, Minggu (17/5/2026). Selain itu, Kementerian PU juga tengah berkoordinasi dengan PT KAI untuk melakukan penyesuaian peninggian elevasi pada jalur rel kereta api yang berada di sekitar lokasi agar aliran air menuju hilir semakin lancar.

Baca juga: Sinergi Presiden dan Petani: Panen Raya Jagung Bersama Presiden Prabowo Garansi Target Swasembada Pangan

Pembangunan jembatan baru sepanjang 30 meter ini dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) dengan nilai investasi sebesar Rp11,6 miliar. Kehadiran infrastruktur baru ini diproyeksikan tidak hanya mengurai kemacetan lalu lintas akibat pengalihan arus kendaraan besar, melainkan juga menyokong kelancaran distribusi logistik pertanian, aktivitas perdagangan, serta akses pariwisata regional Surabaya–Bali.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu