JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengonfirmasi bahwa ruas jalan yang menghubungkan Pameu (Aceh Tengah) dengan Geumpang (Pidie) kini sudah kembali dapat dilalui oleh kendaraan. Sebelumnya, jalur vital ini sempat terputus total akibat material longsor yang menutupi badan jalan menyusul intensitas hujan tinggi di wilayah pegunungan tersebut.
Meskipun lalu lintas telah kembali normal, pemerintah tidak ingin mengambil risiko jangka panjang. Kementerian PU saat ini tengah menyiapkan skema pembangunan proteksi lereng permanen di titik-titik rawan longsor sepanjang jalur tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan pengguna jalan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama mengingat topografi wilayah yang terdiri dari perbukitan terjal dan tanah yang labil.
Pejabat terkait menjelaskan bahwa penanganan darurat berupa pembersihan material longsor menggunakan alat berat telah tuntas dilakukan. Namun, penanganan tersebut bersifat sementara. Proteksi lereng permanen nantinya akan menggunakan teknologi struktur penahan tanah yang lebih kokoh, seperti retaining wall (dinding penahan) atau sistem shotcrete untuk memperkuat dinding bukit.
“Fokus utama kami saat ini adalah fungsionalitas jalan agar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tidak terhambat. Paralel dengan itu, tim teknis sedang melakukan survei mendalam untuk mendesain proteksi lereng yang paling sesuai dengan karakteristik geologi di Pameu–Geumpang,” ujar perwakilan Kementerian PU dalam keterangannya.
Masyarakat yang melintas diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat cuaca buruk atau hujan deras melanda. Petugas di lapangan tetap disiagakan di beberapa titik pantau guna mengantisipasi adanya pergerakan tanah susulan sebelum konstruksi permanen selesai dikerjakan. Jalur Pameu–Geumpang sendiri merupakan urat nadi transportasi yang sangat penting untuk memangkas waktu tempuh antar wilayah di pedalaman Aceh.(Yonex)





