Akselerasi Infrastruktur Larangan, Pemkot Tangerang Rampungkan Pengaspalan Jalan Adam Malik dan Normalisasi Saluran Kreo

Petugas Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan pengaspalan hotmix di Jalan Adam Malik dan penyedotan lumpur saluran air di Kelurahan Kreo.
Respons Cepat di Lini Perbatasan: Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang saat mengebut pengaspalan hotmix di Jalan Adam Malik, Cipadu Jaya, serta melakukan penyedotan endapan lumpur drainase di Jalan AMD X Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Rabu (10/06/2026). Langkah simultan ini diambil untuk mendongkrak mobilitas antarwilayah sekaligus memitigasi risiko genangan air di kawasan permukiman.
TANGERANG, Jejak News — Peningkatan kualitas hidup masyarakat urban tidak melulu soal pembangunan megaproyek, melainkan tentang seberapa cepat pemerintah daerah merespons urat nadi harian warganya. Prinsip humanis inilah yang tengah ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui aksi simultan perbaikan jalan dan normalisasi saluran air di wilayah strategis Kecamatan Larangan.
Dalam beberapa hari terakhir, perhatian penuh dicurahkan pada pemulihan Jalan Adam Malik, Kelurahan Cipadu Jaya. Jalur ini bukan sekadar jalan biasa, melainkan akses vital perbatasan yang menghubungkan aktivitas ekonomi Kota Tangerang dengan kawasan Petukangan, Jakarta Selatan.
Camat Larangan, Nasrullah, mengonfirmasi bahwa pengerjaan yang diarsiteki oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang tersebut kini telah memasuki fase akhir. Fokus utama pengerjaan disasarkan pada pengaspalan ulang (hotmix) di sejumlah titik berlubang yang selama ini dikeluhkan mengganggu kenyamanan berkendara.
”Kami turut memantau perkembangan proses perbaikan Jalan Adam Malik beberapa hari terakhir. Perbaikan ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat mendukung mobilitas harian masyarakat. Apalagi, ini merupakan jalur penting yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan Jalan Raya Ciledug ke arah Jakarta,” ujar Nasrullah saat meninjau lokasi, Rabu (10/06/2026).
Perbaiakn jalan diwilayah Kecamatan Larangan, Kota Tangerang
Langkah proaktif ini mendapat respons masif dan positif dari warga sekitar serta para komuter interlokal yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur tersebut. Sembari pengerjaan dituntaskan, Pemkot Tangerang tetap mengimbau para pengendara untuk menjaga kewaspadaan dan menurunkan laju kendaraan demi keselamatan bersama di area proyek.
Bergerak Cepat Amankan Saluran Air dari Risiko Genangan
Tidak berhenti pada estetika dan kelancaran jalan, aspek keselamatan lingkungan hidup juga menjadi prioritas. Di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan AMD X RT 02/RW 09, Kelurahan Kreo, pasukan teknis DPUPR bergerak tak kalah cepat sejak Selasa (09/06/2026) untuk menyedot endapan lumpur yang menyumbat saluran drainase warga.
Nasrullah menjelaskan, pendangkalan yang terjadi di kawasan Kreo tersebut berpotensi besar menghambat debit aliran air. Jika dibiarkan tanpa penanganan segara, penyumbatan ini dipastikan akan memicu genangan yang merugikan kenyamanan lingkungan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
”Proses penanganan tersebut dimonitor langsung oleh Kasie Ekbang Kelurahan Kreo dan jajaran DPUPR. Pendangkalan akibat endapan lumpur dapat mengurangi kapasitas saluran. Karena itu, penanganan dilakukan sesegera mungkin agar risiko genangan dapat kita minimalkan,” urai Nasrullah.
Melalui momentum ini, Pemkot Tangerang juga mengetuk kesadaran kolektif masyarakat. Di tengah upaya teknis yang dilakukan negara, peran serta warga dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah domestik ke dalam saluran air tetap menjadi kunci utama kelestarian infrastruktur. Kesadaran humanis ini diperlukan karena sampah rumah tangga kerap menjadi faktor utama yang mempercepat pendangkalan drainase.
Perbaikan jalan di Adam Malik dan normalisasi drainase di Kreo adalah potret nyata bagaimana sebuah kebijakan dihadirkan untuk menjawab langsung jeritan harian warga di akar rumput. Dengan merawat akses perbatasan dan menjaga kelancaran saluran air, Pemkot Tangerang tidak sekadar sedang menggelar aspal atau menguras lumpur.
ebih dari itu, mereka sedang merajut kembali rasa aman dan kenyamanan bertransportasi bagi publik—sebuah ikhtiar pembangunan yang memosisikan manusia dan ruang hidupnya sebagai pusat dari setiap orientasi pelayanan birokrasi.
Reporter: Abdul Manaf| Editor: FIsmail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu