PUPR Kota Tangerang

Perkuat Literasi Lingkungan, Wamenhut Tekankan Pentingnya Filosofi Don’t Let It Burn bagi Gen Z

JN-Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan faktor penentu dalam keberhasilan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan bersama komunitas lingkungan muda di Jakarta, Kamis (9/4/2026), Wamenhut menegaskan bahwa slogan “Don’t Let It Burn” harus menjadi aksi nyata di lapangan.

Wamenhut menyatakan bahwa pendekatan pemadaman api (reaktif) harus mulai digeser secara masif ke arah pencegahan dini (preventif). Dalam hal ini, generasi muda yang akrab dengan teknologi dan media sosial memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat serta melakukan pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time.

“Filosofi Don’t Let It Burn bukan sekadar slogan di media sosial. Ini adalah panggilan untuk bertindak sebelum api muncul. Generasi muda adalah garda terdepan kita dalam membangun kesadaran kolektif agar tidak ada lagi lahan yang terbakar karena kelalaian atau kesengajaan,” ujar Wamenhut.

Baca juga: Menteri LH Kebut PSEL Jawa Barat, Jawab Krisis Sampah untuk Jadi Energi

Kementerian Kehutanan saat ini tengah mengintegrasikan keterlibatan anak muda dalam program Masyarakat Peduli Api (MPA) Digital. Melalui program ini, para relawan muda dibekali kemampuan analisis data satelit dan teknik pemetaan wilayah rawan kebakaran. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem peringatan dini di tingkat tapak.

Wamenhut juga menekankan bahwa menjaga hutan adalah investasi masa depan. “Jika kita membiarkan hutan terbakar hari ini, kita sedang membiarkan masa depan generasi mendatang hangus. Mari jadikan pencegahan karhutla sebagai gaya hidup dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(Yonex)

Baca juga: PROPER 2024–2025: Menteri LH Tegaskan Lompatan Transformasi Industri Berkelas Dunia

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu