PUPR Kota Tangerang

Jejak Darah dan Pengkhianatan Rekan Kerja dalam Tragedi Kios Ayam Geprek

Tim Inafis Polda Metro Jaya mengamankan alat pembeku (freezer) sebagai barang bukti pembunuhan di Bekasi.
Barang Bukti Maut: Sebuah alat pembeku makanan (freezer) dari kios ayam geprek di Serang Baru dibawa petugas untuk pemeriksaan forensik guna mengungkap cara pelaku mengeksekusi dan menyembunyikan korban AH (40).
BEKASI, Jejak News – Keheningan di Perumahan Megaregency, Desa Sukaragam, mendadak pecah oleh temuan yang mengguncang nalar kemanusiaan. Seorang pria berinisial AH (40) ditemukan tewas mengenaskan, jasadnya dibekukan di dalam freezer kios ayam geprek tempatnya bekerja. Namun, pelarian para terduga pelaku berakhir di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, pada Minggu pagi (29/3/2026).
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan dua pria berinisial DS alias A dan S di Desa Sindang Panji, Cikijing. Keduanya merupakan rekan kerja korban yang diduga kuat menjadi otak di balik skenario maut dan upaya penghilangan jejak yang sangat dingin ini.
Kasubdit Jatanras, AKBP Abdul Rahim, menegaskan bahwa penyidikan ini dilakukan dengan metode scientific crime investigation. “Kami bekerja secara hati-hati dan berbasis alat bukti objektif untuk membuka tabir peristiwa ini secara utuh, mulai dari peran masing-masing pelaku hingga rangkaian tindak pidana yang terjadi,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
Tragedi ini terungkap saat pemilik kios, AL (38), kembali dari mudik ke Cilacap. Kecurigaannya membuncah saat mendapati ruko terkunci dan karyawannya tak kunjung memberi kabar. Alih-alih menemukan persediaan bahan baku ayam, AL justru menemukan bungkusan plastik hitam berbalut selimut di dalam freezer.
“Saya coba buka pakai pisau, ternyata ada kulit manusia,” ungkap AL dengan nada bergetar saat mengenang momen traumatis tersebut. Tak hanya kehilangan rekan kerja, AL juga mendapati dua unit sepeda motor dan uang tunai miliknya raib digondol pelaku.
Jasad korban kini berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi guna menentukan penyebab pasti kematian. Sementara itu, tim identifikasi telah mengamankan unit freezer sebagai barang bukti kunci dalam laboratorium forensik.
Kasus ini menjadi potret kelam tentang betapa rapuhnya nyawa manusia di tangan orang terdekat. Polisi kini tengah mendalami apakah motif ekonomi murni atau ada dendam terselubung yang memicu tindakan sekeji ini. Di tengah kemajuan zaman, tragedi di Serang Baru ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan sering kali bersembunyi di balik rutinitas harian yang tampak biasa saja.

Keadilan kini tengah diperjuangkan melalui meja penyidikan ilmiah. Namun, bagi keluarga korban dan pemilik usaha, trauma dari “kios ayam geprek” ini akan menjadi luka permanen yang sulit terhapus oleh waktu.
Penlis: Limbong
Editor: Armand

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu