TANGERANG, Jejak News– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengakselerasi transformasi transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan. Di bawah komitmen peningkatan layanan yang berkelanjutan, Pemkot Tangerang secara resmi mengagendakan peremajaan 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) Tayo pada tahun anggaran 2026.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan smart mobility. Peremajaan tidak hanya menyasar pada pembaruan fisik armada, tetapi juga pada optimalisasi aspek keamanan, kecepatan, dan aksesibilitas bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas dan lansia.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan warga dengan BRT Tayo adalah perjalanan yang aman dan nyaman. Peremajaan 10 unit ini menjadi prioritas untuk menjaga performa layanan di koridor-koridor utama agar tetap prima,” ujar Ruta saat memberikan keterangan pers, pada Jumat (6/3/26).
Salah satu pilar utama dalam peningkatan kualitas ini adalah penguatan aspek akuntabilitas. Pemkot Tangerang menyadari bahwa kepercayaan publik dibangun atas keterbukaan informasi dan kecepatan respons terhadap keluhan.
Sejalan dengan semangat transparansi, setiap armada BRT Tayo maupun Angkutan Si Benteng kini telah dilengkapi dengan nomor aduan resmi yang dipasang secara mencolok di area kabin penumpang. Penempatan nomor aduan ini bertujuan agar masyarakat dapat berperan aktif sebagai pengawas layanan secara langsung.
“Layanan transportasi kita bersifat inklusif dan partisipatif. Dengan adanya nomor aduan di setiap unit, penumpang bisa langsung melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian prosedur, mulai dari perilaku pengemudi hingga kendala fasilitas teknis. Ini adalah bentuk transparansi konkret kami kepada masyarakat,” tambah Ruta.
Laporan yang masuk melalui kanal tersebut akan diintegrasikan dengan sistem evaluasi kinerja bulanan operator. Hal ini memastikan bahwa setiap keluhan tidak hanya tercatat, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata untuk perbaikan sistem layanan ke depan.
Hingga saat ini, Pemkot Tangerang telah mengoperasikan sebanyak 120 unit BRT Tayo yang melayani lima koridor strategis, meliputi rute Poris Plawad hingga akses vital Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Integrasi antara peremajaan armada dan sistem pengawasan digital diharapkan mampu menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama warga, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan angka kemacetan dan emisi karbon di Kota Tangerang.
Dengan integrasi teknologi dan keterbukaan informasi, Pemkot Tangerang optimis dapat menciptakan standar baru transportasi publik yang tidak hanya canggih, namun juga manusiawi dan terpercaya bagi seluruh lapisan warga.(Juli Rahmawati)







