JN-Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nias Utara pada Jumat, 6 Maret 2026, untuk meninjau langsung progres pembangunan RSUD Tafaeri. Proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat yang fokus pada pemerataan fasilitas kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam tinjauannya, Menkes menekankan bahwa kehadiran RSUD Tafaeri bukan sekadar menambah jumlah bangunan fisik, melainkan untuk membawa layanan medis spesialis lebih dekat ke masyarakat.
RSUD Tafaeri diproyeksikan menjadi pusat rujukan utama bagi penanganan penyakit katastropik, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kanker. Selama ini, warga Nias Utara harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberang lautan untuk mendapatkan akses layanan medis canggih. Dengan rampungnya rumah sakit ini, fasilitas seperti ruang katerisasi jantung (cath lab), unit hemodialisis, hingga pusat kemoterapi akan tersedia secara lokal. Menkes berharap standarisasi alat kesehatan yang modern ini dapat menurunkan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis di wilayah Kepulauan Nias.
Selain mengecek fisik bangunan, Menkes juga memastikan dukungan sumber daya manusia melalui beasiswa bagi dokter spesialis asli daerah agar nantinya dapat bertugas di RSUD Tafaeri. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan bantuan penuh agar operasional rumah sakit berjalan optimal dan berkelanjutan. Peninjauan ini diakhiri dengan koordinasi bersama pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan pasokan listrik yang stabil, demi kenyamanan pasien dan tenaga medis.(Yonex)








