JN-Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama kementerian terkait terus memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Sebanyak 6.525 relawan tenaga cadangan kesehatan (TCK) telah dikerahkan secara bertahap untuk memastikan operasional medis kembali berjalan normal di lokasi-lokasi pengungsian dan hunian sementara.
Langkah mobilisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menormalkan kembali sistem kesehatan primer yang sempat lumpuh akibat rusaknya sejumlah fasilitas puskesmas dan rumah sakit daerah. Para relawan yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, hingga tenaga sanitasi lingkungan ini ditugaskan untuk memberikan pelayanan langsung serta melakukan penguatan surveilans penyakit pascabencana.
Ketua Satgas PRR menyampaikan bahwa kehadiran ribuan relawan tersebut sangat krusial, mengingat tantangan kesehatan di masa transisi seringkali meningkat, terutama penyakit yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan pernapasan. Selain menangani pasien secara medis, para relawan juga bertugas melakukan edukasi pola hidup bersih kepada para penyintas agar risiko wabah dapat ditekan sedini mungkin.
Hingga saat ini, distribusi tenaga medis tersebut telah menjangkau berbagai titik prioritas di wilayah Sumatera, khususnya daerah yang memiliki populasi pengungsi dalam jumlah besar. Pemerintah menargetkan pemulihan fungsi layanan kesehatan dasar dapat tuntas sepenuhnya seiring dengan selesainya pembangunan fasilitas kesehatan permanen yang kini sedang dalam tahap konstruksi fisik.
Dengan adanya dukungan masif dari para relawan, pelayanan kesehatan di daerah bencana diharapkan tidak lagi bergantung pada posko darurat, melainkan kembali stabil melalui pusat-pusat layanan yang terintegrasi dengan sistem rujukan daerah masing-masing.(Yonex)







