JEJAK-NEWS.COM-Rangkaian kegiatan eksplorasi industri pertahanan (indhan) hari pertama yang diikuti oleh perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama awak media resmi ditutup dengan kunjungan strategis ke fasilitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung. Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyoroti kesiapan produksi pesawat N219, karya anak bangsa yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan konektivitas udara di wilayah kepulauan dan daerah terpencil Indonesia.
Pesawat turboprop ringan N219 diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas antarpulau, angkutan perintis, evakuasi medis udara, hingga pengawasan wilayah terluar. Dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek serta tidak beraspal (short takeoff and landing), pesawat ini dinilai sangat ideal untuk membuka isolasi logistik dan mempereratintegrasi teritorial di berbagai kawasan nusantara, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Pihak Kemhan menegaskan bahwa dukungan terhadap industri pertahanan nasional, termasuk PTDI, merupakan wujud nyata kemandirian bangsa dalam penyediaan alutsista maupun wahana pendukung pertahanan dan keamanan negara. Penggunaan produk dalam negeri tidak hanya memperkuat efisiensi rantai pasok strategis, tetapi juga memajukan penguasaan teknologi dirgantara tingkat tinggi oleh insinyur-insinyur lokal.
Baca juga: Kunjungan Kerja ke Jembrana Bali, Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapsaunan Yonif TP 928/Brata Sena Yudha
Melalui peninjauan ini, sinergi antara Kemhan, industri pertahanan, dan publik diharapkan semakin kuat dalam mendorong hilirisasi teknologi pertahanan nasional. Kehadiran pesawat N219 diharapkan segera beroperasi secara masif guna memastikan pemerataan akses perhubungan udara serta mendukung ketahanan nasional yang tangguh dari Sabang sampai Merauke.(Yusuf)





