JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) secara resmi meluncurkan alih status Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menjadi Politeknik Agraria STPN. Peresmian babak baru institusi pendidikan tinggi vokasi ini dipimpin langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN dalam sebuah acara khidmat yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi kementerian, civitas akademika, serta para tamu undangan dari berbagai instansi terkait.
Transformasi kelembagaan ini dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan zaman serta kebutuhan mendesak akan tenaga ahli pertanahan dan tata ruang yang profesional, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki kompetensi tinggi di bidang agraria. Dengan status barunya sebagai politeknik, institusi ini diharapkan mampu memperluas program studi vokasi terapan yang selaras dengan dinamika industri dan kebutuhan reformasi agraria nasional.
Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN menekankan bahwa kehadiran Politeknik Agraria STPN harus menjadi motor penggerak utama dalam mencetak sumber daya manusia pertanahan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat dalam melayani masyarakat. Kurikulum yang diterapkan diarahkan untuk memadukan teori pertanahan modern dengan praktik lapangan yang komprehensif, termasuk penyelesaian sengketa tanah, pendaftaran tanah sistematis lengkap, serta perencanaan tata ruang wilayah yang berkelanjutan.
Pihak manajemen kampus menyambut antusias peresmian ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana prasarana laboratorium, mutu pengajaran, serta jejaring kerja sama dengan berbagai instansi strategis di dalam maupun luar negeri. Dengan fondasi baru ini, Politeknik Agraria STPN optimis dapat terus berkontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang berkeadilan, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat Indonesia.(Yusuf)





