Pemkot Tangerang resmi menjalin kerja sama strategis antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA UI pada Senin (13/07/2026) untuk mendongkrak kualitas pelayanan air bersih berbasis penguatan kompetensi SDM. Langkah kolaborasi pentahelix ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, sebagai upaya mempercepat reformasi birokrasi, standardisasi rekrutmen, serta mempersiapkan regenerasi korporasi daerah yang adaptif dan profesional di tengah meningkatnya ekspektasi publik.
TANGERANG, Jejak News — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus bergerak mengurai sumbatan klasik dalam tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan menyuntikkan metodologi ilmiah ke dalam sistem birokrasi mereka. Langkah ini konkret terlihat saat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) resmi mengandeng Lembaga Sains Terapan (LST) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).
Penandatanganan kerja sama strategis yang dihelat di Auditorium Perumda Tirta Benteng, Kecamatan Neglasari, pada Senin (13/07/2026) tersebut, membidik satu jantung persoalan: reformasi total kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola air bersih.
Transformasi Hulu ke Hilir: Dari Rekrutmen hingga Regenerasi
Hadir dan menyaksikan langsung momentum tersebut, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan jembatan krusial untuk mengubah wajah Perumda TB menjadi korporasi daerah yang kompetitif, tangkas, dan lepas dari cara kerja konvensional. Kemitraan ini mencakup cetak biru tata kelola SDM yang komprehensif, mulai dari pembenahan sistem rekrutmen pegawai, standarisasi kompetensi, hingga peningkatan profesionalisme kerja di lapangan.
“Kerja sama ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix dengan melibatkan unsur akademisi. Saat ini, masyarakat memiliki harapan yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, SDM Perumda Tirta Benteng harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, responsif, profesional, dan menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan pelanggan,” papar Sachrudin di hadapan jajaran direksi dan civitas akademika UI.
Sachrudin juga menggarisbawahi bahwa air bersih adalah komoditas dasar sosiologis masyarakat. Sebagus apa pun infrastruktur pipa dan bendungan yang dibangun, investasi tersebut akan menjadi artefak mati jika tidak dikendalikan oleh manusia-manusia yang memiliki integritas dan kapasitas inovasi tinggi. Lebih jauh, ia mengingatkan manajemen untuk serius mendesain pola suksesi internal.
“Regenerasi merupakan hal yang pasti terjadi. Karena itu, harus dipersiapkan dengan baik melalui pembinaan dan pengembangan kompetensi. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” tegasnya.
Respons Akademis: Solusi Berbasis Riset Terapan
Gayung bersambut, perwakilan akademisi menyambut positif ambisi birokrasi ini. Wakil Kepala LST FMIPA UI, Eko Waludi, menyatakan komitmen penuh dari pihak universitas untuk menyalurkan instrumen keilmuan yang mereka miliki guna mengurai tantangan operasional maupun manajerial di tubuh Perumda TB.
“Kami berharap, kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya dalam bidang SDM, tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya. LST FMIPA UI siap mendukung dan menghadirkan solusi terbaik melalui keahlian yang dimiliki,” ujar Eko optimis.
Dengan pengawalan ketat dari institusi pendidikan tinggi sekelas UI, manajemen Perumda TB kini mematok target tinggi untuk memulihkan sekaligus memperkuat tingkat kepercayaan publik (public trust) warga Kota Tangerang terhadap pemenuhan hak atas air bersih.
Reporter: Irin Masi| Editor: Ismail Saleh





