JN-Pemerintah terus memperkokoh komitmen politik ekonominya demi memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika global. Saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa potensi pasar domestik Indonesia yang luar biasa besar tidak boleh hanya dijadikan ladang konsumsi bagi produk bangsa lain. Pasar nasional harus murni dikuasai dan dinikmati oleh putra-putri serta pelaku usaha dalam negeri dari hulu hingga ke hilir.
Dalam orasi kebangsaannya, Kepala Negara mengimbau generasi muda dan para pengusaha daerah tapak untuk bangkit dan mengambil peran sebagai pelaku utama pertumbuhan ekonomi. Presiden mengingatkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang bugar dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman krisis iklim dan kelaparan global yang sempat diwanti-wanti oleh PBB. Melalui pondasi nasionalisme ekonomi yang kuat, ketergantungan terhadap barang impor harus dipotong secara instan demi mewujudkan swasembada pangan dan energi yang inklusif.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa setelah 81 tahun merdeka, saatnya Indonesia memiliki dan bangga menggunakan produk industri strategis buatan anak bangsa sendiri, salah satunya melalui perintisan mobil nasional. Beliau mencontohkan langkah nyata yang telah diambil pemerintah, di mana institusi TNI hingga mobil dinas kepresidenan (Maung) kini murni menggunakan karya rakitan lokal. Manajemen hilirisasi dan industrialisasi ini dikawal ketat agar berjalan transparan, akuntabel, serta higienis dari praktik-praktik yang merugikan keuangan negara.
“Pernyataan Presiden Prabowo ini menjadi draf panduan penting bagi arsitektur ekonomi kita ke depan. Kita menolak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Lewat tata kelola industri yang bersih, terbuka, dan berwibawa, pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya bagi pengusaha muda di wilayah penyangga untuk berinovasi. Ini adalah momentum emas untuk membuktikan bahwa produk dalam negeri memiliki mutu yang tangguh dan bermartabat,” urai perwakilan delegasi pengusaha yang hadir.(Yonex)





