JN-Menteri Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mempercepat agenda pemulihan infrastruktur pascabencana di berbagai wilayah terdampak di Pulau Sumatra. Langkah proaktif ini diambil dari hulu hingga ke hilir guna memastikan fasilitas publik dan akses mobilitas warga yang sempat lumpuh akibat bencana alam dapat segera berfungsi kembali secara normal.
Pemerintah memandang bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatra merupakan agenda super prioritas yang mendesak untuk diselesaikan. Keterlambatan dalam penanganan fisik dinilai akan berdampak langsung pada penurunan produktivitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat arus bawah. Oleh karena itu, kementerian terkait terus memacu kinerja tim teknis di tingkat daerah tapak agar seluruh target rehabilitasi berjalan sesuai draf administrasi negara.
Seluruh jalannya proyek rekonstruksi ini dikawal ketat dengan mengedepankan manajemen modern yang transparan, akuntabel, dan bersih dari segala bentuk penyelewengan anggaran. Pemerintah juga memastikan bahwa pembangunan kembali jalan, jembatan, dan fasilitas umum di Sumatra menerapkan standardisasi konstruksi ramah bencana yang kokoh dan higienis, sehingga memiliki ketahanan jangka panjang yang lebih aman.
“Pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatra terus kita percepat tanpa penundaan. Kami memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat terdampak untuk mengembalikan konektivitas dan merestorasi sarana publik yang rusak. Melalui tata kelola proyek yang bersih, transparan, dan berwibawa, kita optimistis pemulihan ini berjalan tepat waktu demi keadilan sosial yang merata,” tegas Menteri Dody.(Yonex)





