JN-Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memperkuat sinergi strategis guna mengoptimalkan operasional Presidential Health Tourism Center (PHTC). Fokus utama dari kolaborasi lintas instansi ini diarahkan pada penguatan, penataan struktur, serta pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang unggul dan memiliki kompetensi global.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa PHTC tidak hanya siap secara infrastruktur fisik dan fasilitas medis mutakhir, melainkan juga didukung oleh tata kelola aparatur yang andal demi mewujudkan pelayanan kesehatan kelas dunia di Indonesia.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut, Kementerian PANRB berkomitmen memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan kelembagaan dan pemenuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Alokasi formasi ini akan disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan dokter spesialis, subspesialis, tenaga perawat penata, serta tenaga ahli manajemen rumah sakit yang dibutuhkan PHTC.
“Optimalisasi PHTC memerlukan dukungan SDM kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap sistem tata kelola modern. Kementerian PANRB siap mengawal arsitektur human capital ini melalui perencanaan formasi yang progresif dan fleksibilitas rekrutmen talenta terbaik, guna mendukung kemandirian layanan kesehatan nasional,” ungkap perwakilan Kementerian PANRB, Jumat (29/5/2026).
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan tengah mematangkan standardisasi pelatihan dan pemetaan zonasi penempatan tenaga medis. PHTC diproyeksikan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mampu menarik minat masyarakat domestik maupun mancanegara, sekaligus mereduksi devisa negara yang keluar akibat warga negara yang berobat ke luar negeri.
Kedua kementerian juga sepakat bahwa transformasi digital dalam manajemen SDM kesehatan dan integrasi layanan birokrasi menjadi kunci utama untuk memangkas duplikasi proses administrasi kepegawaian di lingkungan medis.
Melalui komitmen penguatan SDM yang terintegrasi antara Kementerian PANRB dan Kemenkes ini, pemerintah optimistis PHTC mampu beroperasi secara prima dan akuntabel. Keberhasilan proyek strategis ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi utama wisata kesehatan (health tourism) di kawasan regional.(Yonex)





