JN-Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Markas Batalyon Pembina Taruna Pemuda (Yon TP) 808/Mbaham Matta di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Dalam arahannya di hadapan ratusan prajurit, Menhan menekankan pentingnya reorientasi peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya sebagai pilar pertahanan kedaulatan, melainkan juga sebagai motor penggerak dan pelindung utama program akselerasi pembangunan nasional di wilayah Papua.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau kesiapan operasional satuan, mengecek fasilitas pangkalan, serta memastikan implementasi kebijakan pembinaan teritorial pasca-pembentukan satuan baru berjalan optimal.
Menhan menjabarkan bahwa pendekatan keamanan di Papua kini diintegrasikan secara melekat dengan pendekatan kesejahteraan (welfare approach). Oleh karena itu, Yon TP 808/Mbaham Matta yang berakar pada kearifan lokal diharapkan mampu menjadi jembatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Ribuan Warga Bandung Tetap Antusias Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
“Tantangan pertahanan saat ini semakin kompleks. Saya instruksikan kepada seluruh prajurit Yon TP 808/Mbaham Matta untuk hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, serta mengawal setiap proyek infrastruktur dan layanan publik agar berjalan lancar. TNI harus menjadi benteng penjamin bahwa gerak pembangunan di Papua Barat tidak boleh terganggu oleh pihak mana pun,” tegas Menhan, Kamis (28/5/2026).
Kementerian Pertahanan berkomitmen untuk terus meningkatkan pemenuhan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), sarana mobilitas, hingga kesejahteraan prajurit yang bertugas di garis depan wilayah timur Indonesia. Hal ini dinilai krusial agar satuan dapat merespons dinamika teritorial dengan cepat dan taktis.
Selain mengandalkan aspek kekuatan fisik, Menhan juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) prajurit melalui pelatihan vokasi dan ketahanan pangan mandiri. Pendekatan humanis ini diproyeksikan mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mempercepat hilangnya potensi konflik.
Baca juga: Golkar Tuntut Tanggung Jawab Israel Atas Penganiayaan Relawan dan Jurnalis RI
Melalui penguatan fungsi teritorial Yon TP 808/Mbaham Matta, pemerintah optimistis stabilitas keamanan jangka panjang di Papua Barat akan terwujud, sehingga dapat memberikan fondasi yang kuat bagi masuknya investasi strategis dan pemerataan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Papua.(Yonex)





