JN-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan arah kebijakan ekonomi-politik strategis nasional dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kebumen, Sumatera Barat. Di hadapan jajaran pejabat daerah dan masyarakat, Kepala Negara memberikan instruksi tegas terkait percepatan swasembada pangan serta penghentian segala bentuk kebocoran kekayaan negara.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kemandirian sektor pangan bukan lagi sekadar program prioritas, melainkan sebuah keharusan mutlak untuk menjaga kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.
“Kita tidak boleh menggantungkan urusan perut rakyat kepada bangsa lain. Kebumen memiliki potensi agraris dan maritim yang luar biasa. Potensi-potensi lokal seperti ini harus kita maksimalkan agar Indonesia secepatnya mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pemenuhan pangan,” ujar Presiden Prabowo, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Kunjungan Kerja ke BUBK Kebumen, Presiden Prabowo Disambut Riuh Antusiasme Warga
Selain menekankan ketahanan pangan, Presiden secara khusus menyoroti pentingnya reformasi tata kelola keuangan negara dan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA). Ia memerintahkan seluruh jajaran kementerian dan penegak hukum untuk memperketat pengawasan demi menutup celah manipulasi anggaran, korupsi, serta penyelundupan komoditas keluar negeri.
Menurut Presiden, kekayaan alam Indonesia yang melimpah harus dikelola di dalam negeri melalui program hilirisasi yang masif agar memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat kecil.
“Kebocoran-kebocoran kekayaan negara, baik dari sektor anggaran maupun eksploitasi ilegal sumber daya alam, harus dihentikan total. Setiap rupiah kekayaan bumi pertiwi harus kembali dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pernyataan keras yang disuarakan dari Kebumen ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh aparatur pemerintah pusat hingga daerah untuk memperkuat sinergi dalam mengawal aset negara sekaligus mempercepat realisasi target ketahanan pangan nasional.(Yonex)





