JN-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk mendorong komoditas kuliner khas Nusantara mendunia. Kedua lembaga ini resmi meracik program strategis guna meningkatkan kapasitas dan standardisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang agar mampu menembus dan bersaing di pasar ekspor global secara berkelanjutan.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan ekosistem ekspor dari hulu ke hilir bagi para pelaku usaha rendang di berbagai daerah sentra, salah satunya di Sumatra Barat. Kemenperin berperan dalam memberikan pembinaan teknis produksi, pemenuhan standar keamanan pangan internasional (seperti HACCP dan sertifikasi Halal), serta modernisasi teknologi kemasan (retort) agar rendang memiliki daya simpan yang lama tanpa mengubah cita rasa otentiknya.
Di sisi hilir, LPEI masuk memberikan sokongan melalui program Desa Devisa serta fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Selain itu, LPEI juga memberikan pendampingan manajemen keuangan dan membukakan akses pasar (market-matching) untuk menghubungkan para pelaku IKM rendang dengan jaringan diaspora serta mitra dagang potensial di luar negeri, seperti di kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat.
Langkah taktis ini diambil mengingat potensi pasar makanan siap saji (ready-to-eat) dunia yang terus tumbuh pasca-pandemi. Melalui sinergi antara regulasi industri dari Kemenperin dan kekuatan finansial-edukasi dari LPEI, rendang yang dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, melainkan juga menjadi komoditas ekspor andalan yang mampu mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha mikro di tanah air.(Yonex)





