TANGERANG – Jejak News, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat melakukan langkah preventif sistematis menyusul alarm peringatan kesehatan global terkait ancaman hantavirus. Tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta seluruh jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kabupaten Tangerang kini resmi berada dalam status kesiapsiagaan penuh demi memitigasi potensi transmisi dan temuan kasus secara dini.
Langkah penguatan ketahanan kesehatan (faskes) ini diambil sebagai respons atas laporan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mendeteksi kasus fatalitas penularan hantavirus terhadap tiga penumpang kapal pesiar internasional hingga tewas. Kendati belum ditemukan adanya suspek maupun kasus aktif di wilayah Kabupaten Tangerang, otoritas kesehatan enggan kecolongan dan memilih mengadopsi protokol kesiapsiagaan ketat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa dari aspek infrastruktur medis dan penanganan klinis, seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan Pemkab Tangerang telah siap sepenuhnya menghadapi potensi paparan virus. Kendala utama di lapangan saat ini adalah kemiripan karakteristik klinis hantavirus dengan penyakit influenza biasa, sehingga membutuhkan kecermatan diagnosis yang tinggi dari tim medis rumah sakit.
Mengenali Gejala Klinis dan Metode Preventif Hantavirus
Secara epidemiologis, hantavirus merupakan jenis virus yang utamanya ditularkan melalui perantara hewan pengerat (seperti tikus). Namun, gejalanya yang menyerupai flu biasa sering kali menyulitkan proses deteksi awal dan pelaporan khusus oleh pihak fasilitas kesehatan.
Dinkes Kabupaten Tangerang merinci panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat guna mengantisipasi infeksi virus ini:
-
- Gejala Serupa Influenza: Penderita umumnya akan mengalami demam, batuk, pilek, dan sakit kepala yang identik dengan gejala flu pada umumnya.
- Penerapan PHBS: Masyarakat diwajibkan memperketat Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggal untuk menekan populasi hewan pengerat.
- Protokol Kontak Erat: Mengingat virus ini dapat menular melalui kontak erat, warga diimbau menjaga jarak fisik dengan orang yang sedang menunjukkan gejala flu.
- Penggunaan Masker: Bagi warga yang sedang mengalami batuk, pilek, atau bersin, diwajibkan selalu mengenakan masker guna memutus rantai droplet.
Sistem mitigasi yang diterapkan Pemkab Tangerang saat ini mengadopsi pola penanganan serupa masa pandemi Covid-19, dengan mengedepankan pembatasan interaksi erat dan pengawasan ketat pada pintu-pintu masuk wilayah udara maupun laut yang berbatasan langsung dengan akses internasiona
Pewarta: Tyas | Editor: Ismail Saleh
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus, Kemenkes Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini Virus Hanta





