Strategi Tembus Ritel: UMKM Kota Tangerang Percantik Kemasan dan Branding di Gedung Cisadane

Para pelaku UMKM kuliner dan fesyen di Kota Tangerang sedang berkonsultasi mengenai desain logo dan kemasan produk bersama instruktur di Gedung Cisadane.
Naik kelas; Disperindagkop UKM Kota Tangerang memfasilitasi bimbingan teknis peningkatan daya saing bagi pelaku usaha startup guna memperluas jangkauan pasar hingga ke platform digital.
TANGERANGJejak News, Pemerintah Kota Tangerang terus memacu akselerasi ekonomi lokal dengan mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk keluar dari zona nyaman. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), sebanyak 100 pelaku usaha dari sektor kuliner, fesyen, hingga kerajinan diberikan suntikan ilmu melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Desain dan Daya Saing di Gedung Cisadane, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 13 kecamatan ini bertujuan membekali para pelaku usaha startup dengan standar produk yang memenuhi kualifikasi pasar ritel modern.
Ketua Tim Kerja Penguatan Daya Saing dan Perlindungan Usaha Mikro, Irfansyah, menjelaskan bahwa tantangan utama UMKM saat ini bukan lagi pada proses produksi, melainkan pada kemasan (packaging) dan identitas merek (branding).
“Materi hari ini sangat komprehensif, mulai dari konsultasi desain logo, fasilitasi pendaftaran merek, hingga strategi promosi melalui marketplace. Kami ingin produk Tangerang memiliki standar administrasi dan kemasan yang siap masuk ke seluruh jaringan ritel, baik lokal maupun luar kota,” papar Irfansyah.
Pemkot Tangerang menegaskan bahwa dukungan tidak berhenti pada pelatihan teori semata. Disperindagkop UKM telah menyiapkan rangkaian pendampingan lanjutan bagi peserta yang serius berkembang, mencakup:
    • Fasilitasi pendaftaran merek resmi.
    • Pembuatan barcode produk untuk standarisasi ritel.
    • Peluang keikutsertaan dalam pameran promosi skala daerah dan nasional.

Ruslan Dahlang, salah satu pelaku UMKM kuliner yang hadir, mengaku optimis produknya bisa lebih unggul setelah memahami cara menentukan harga dan distribusi yang tepat. Senada dengan itu, Wiwin dari sektor busana berharap pelatihan ini menjadi batu loncatan agar produk UMKM Tangerang bisa merambah pasar seluruh Indonesia.
Inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di Kota Tangerang, memastikan bahwa produk-produk lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama di rak-rak ritel modern dan platform digital global.
Pewarta: Juni Fitrianingsih | Editor: Faisal

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu