Presiden Prabowo Tekankan Dialog dan Negosiasi untuk Selesaikan Krisis Myanmar serta Konflik Perbatasan

JN-Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. Dalam pertemuan terbaru bersama para pemimpin negara anggota ASEAN, Presiden menekankan bahwa pendekatan dialog inklusif dan negosiasi merupakan jalur utama dalam menyelesaikan tantangan geopolitik, termasuk krisis di Myanmar dan isu sengketa perbatasan.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tetap berkomitmen pada Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus) sebagai kerangka kerja utama untuk mengembalikan demokrasi dan perdamaian di Myanmar. Beliau menggarisbawahi pentingnya penghentian kekerasan sesegera mungkin guna membuka ruang bagi bantuan kemanusiaan yang lebih masif.

“Indonesia mendorong agar seluruh pihak duduk bersama. Tanpa dialog yang jujur dan inklusif, solusi permanen akan sulit dicapai,” ujar Presiden dalam arahannya.

Baca juga: Prioritas Keamanan Wisatawan: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi Jalankan Program Keselamatan Wisata 2026

Selain isu Myanmar, Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan wilayah melalui cara-cara damai. Terkait konflik perbatasan dan klaim wilayah di kawasan, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982, adalah fondasi yang tidak boleh ditawar. Beliau mengajak seluruh anggota ASEAN untuk mengutamakan semangat persaudaraan dalam menyelesaikan setiap perbedaan guna menghindari eskalasi militer yang dapat merugikan stabilitas ekonomi kawasan.

Penegasan ini memperkuat peran Indonesia sebagai honest broker atau penengah yang aktif dalam memastikan ASEAN tetap menjadi kawasan yang aman, netral, dan sentral di tengah persaingan kekuatan global.(Yonex)

Baca juga: Menteri Dody Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama dan 1 Staf Khusus, Perkuat Kelembagaan Kementerian PU

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu