Wamenkes RI Apresiasi Standar Keamanan Pangan Berbasis AI dalam Program Makan Bergizi Grati

Jaminan Gizi Nasional: Wamenkes RI memastikan setiap sajian dalam Program Makan Bergizi Gratis memenuhi standar keamanan pangan dan kecukupan gizi berbasis teknologi digital.
Wamenkes RI Benjamin Paulus Oktovianus saat berinteraksi dengan siswa SKh Negeri 01 Tangsel dalam kegiatan peninjauan Program Makan Bergizi Gratis.
TANGERANG SELATAN, Jejak News – Pemerintah terus memperkuat pilar kesehatan nasional melalui penguatan gizi anak bangsa. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktovianus, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kolaborasi sektor swasta Grab-Ovo yang dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pelayanan kemanusiaan.
Dalam peninjauan langsung di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Tangerang Selatan, Pada Senin (20/4/2026), Wamenkes yang akrab disapa Benny ini menyoroti bagaimana mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu meminimalisir risiko keamanan pangan.
“Kualitas sajian yang kami lihat sangat luar biasa. Anak-anak menikmati dengan lahap dalam kondisi kebersihan yang sangat terjaga. Hal yang paling membanggakan adalah konsistensi program ini selama satu tahun tanpa adanya laporan gangguan kesehatan. Ini adalah standar yang harus kita pertahankan,” tegas Wamenkes Benny.
Program ini menunjukkan sisi humanis dengan memberikan perhatian khusus bagi 187 siswa berkebutuhan khusus melalui penyajian adaptif, seperti penyesuaian tekstur serta pembatasan gluten dan MSG. Di sisi teknis, Kementerian Kesehatan bertindak sebagai leading sector dalam menyusun standar menu yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menambahkan bahwa dukungan teknologi AI memungkinkan pemantauan secara real-time mulai dari mitra UMKM hingga distribusi. Hal ini menjamin transparansi dan higienitas di setiap tahapan.
Sejalan dengan masifnya program MBG, Kemenkes juga melakukan akselerasi kapasitas SDM. Tercatat sejak Maret 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 213.344 penjamah pangan telah tersertifikasi. Hingga 18 April 2026, sebanyak 13.956 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan mutu bagi masyarakat.

Melalui integrasi teknologi dan pengawasan berjenjang, Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan menjadi benchmark nasional dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas yang sehat, kuat, dan cerdas.
Pewarta:  Abdul Sanusi | Editor: Ismail Saleh

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu