Tekan Angka Kecelakaan, Kementerian PU Dorong Percepatan Penanganan Perlintasan Sebidang di Jawa Barat

JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong akselerasi dan percepatan penanganan perlintasan sebidang jalur kereta api yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat. Langkah taktis ini mendesak dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan di titik pertemuan arus, serta menjamin keselamatan pengguna jalan maupun operasional perjalanan kereta api.

Langkah koordinatif ini melibatkan sinergi lintas sektoral antara Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta kabupaten/kota terkait.

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga memproyeksikan penanganan perlintasan sebidang ini dilakukan melalui beberapa skema rekayasa infrastruktur, mulai dari pembangunan jembatan layang (flyover), jalur bawah tanah (underpass), hingga pembangunan jalan kolektor atau peralihan rute (rerouting).

Baca juga: Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Suarakan Kemandirian Pangan dari Kebumen

“Kepadatan arus kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat yang terus meningkat menuntut penanganan perlintasan sebidang secara cepat dan terintegrasi. Kami mendorong percepatan kajian teknis serta pembebasan lahan oleh pemerintah daerah agar konstruksi fisik flyover maupun underpass di titik-titik rawan dapat segera dieksekusi,” ungkap perwakilan Kementerian PU, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan pemetaan berkala, koridor jalan nasional dan provinsi di wilayah aglomerasi serta jalur perlintasan padat di pantura maupun jalur selatan Jawa Barat menjadi prioritas utama penanganan. Kerawanan di titik-titik tersebut dinilai tinggi akibat masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum berizin atau tidak memiliki palang pintu pengaman yang representatif.

Selain fokus pada pembangunan fisik berskala besar, Kementerian PU juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan, memasang rambu peringatan dini (early warning system), serta menutup perlintasan liar yang membahayakan publik.

Baca juga: Kunjungi Tanah Datar, Menteri Dody Akselerasi Rencana Pendirian Sekolah Rakyat

Melalui komitmen percepatan ini, konektivitas dan mobilitas logistik di sepanjang koridor transportasi Jawa Barat diharapkan dapat berjalan lebih aman, efisien, sekaligus mendukung perwujudan zero kecelakaan di perlintasan sebidang.(Yonex)

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu